RADARSITUBONDO.ID - Harga bahan plastik naik hingga mencapai 70 persen. Ini merupakan dampak kondisi global perang di timur tengah yang tengah terjadi. Keadaan ini banyak dikeluhkan, terutama oleh para pedagang kaki lima (PKL).
Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo mengungkapkan, kenaikan harga bahan plastik terjadi sejak awal April 2026. Dampaknya, harga berbagai produk berbahan plastik seperti gelas plastik dan kemasan air mineral ikut melonjak. Kondisi ini memaksa pelaku usaha mikro untuk menaikkan harga jual. “Karena harga plastik naik hingga 70 persen dari biasanya, hal ini sangat dikeluhkan para pedagang kecil seperti penjual es teh, air mineral di trotoar, dan lainnya,” kata Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Chandra Dewi.
Dia menambahkan, kenaikan harga plastik dipicu terganggunya pasokan bahan baku. Pasalnya, sebagian bahan baku plastik berasal dari Timur Tengah, seperti Iran. Konflik antara Iran, Amerika, dan Israel turut mengganggu distribusi nafta, yakni komponen utama dalam pembuatan biji plastik.
“Konflik tersebut mengganggu distribusi nafta, sehingga berdampak pada kenaikan harga bahan plastik,” tambahnya.
Chandra Dewi menjelaskan, Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku plastik dari Timur Tengah. Akibatnya, ketika distribusi tersendat, harga bahan plastik di dalam negeri ikut melonjak drastis.
“Tentunya kenaikan harga plastik ini berdampak langsung kepada para pedagang kecil seperti penjual es teh, air mineral, serta pelaku usaha kuliner lainnya yang menggunakan plastik,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat mengintervensi kenaikan harga tersebut karena merupakan dampak dari kondisi global. “Kenaikan harga barang berbahan plastik tidak bisa dihindari karena ini merupakan dampak konflik di Timur Tengah, sementara Indonesia masih menjadi salah satu negara pengimpor bahan baku plastik dari kawasan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Evita Sukma, seorang pedagang es teh, mengaku harga gelas plastik yang biasa ia beli mengalami kenaikan signifikan. Sebelumnya, satu pak (isi 50 pcs) dijual Rp 6.000, kini naik menjadi Rp 9.700 per pack. “Kemarin saya belanja, ternyata semua yang berbahan plastik naik. Bukan hanya gelas plastik, plastik setengah kiloan juga naik. Biasanya Rp 4.000, sekarang jadi Rp 7.000,” ujarnya.
Dia menambahkan, kenaikan juga terjadi pada air mineral kemasan botol plastik ukuran 600 mililiter. Jika sebelumnya satu dus seharga Rp 30 ribu, kini naik menjadi Rp41 ribu. “Karena harga kulakan naik, saya juga terpaksa menaikkan harga jual sedikit. Kalau tidak, bisa rugi. Harga styrofoam juga naik, per biji dari Rp200 menjadi Rp500,” tambahnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono