Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konflik Timur Tengah Memanas, Keluarga PMI Situbondo Panik: Video Call Hingga 10 Kali Sehari

Ahmad Rifa'ie • Senin, 6 April 2026 | 21:03 WIB
MENERIMA ADUAN: Salah satu keluarga mendatangi posko pengaduan konflik di Timur Tengah, belum lama ini. (Ahmad Rifa
MENERIMA ADUAN: Salah satu keluarga mendatangi posko pengaduan konflik di Timur Tengah, belum lama ini. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Keluarga dari lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Situbondo yang saat ini berada di kawasan konflik Timur Tengah meminta jaminan keamanan dan perlindungan dari pemerintah. Mereka khawatir kondisi perang yang semakin memanas dapat membahayakan keselamatan anggota keluarganya.

Lima PMI tersebut yakni Ratna Ningsih bekerja di Arab Saudi; Luthfi Zeiniyah Faradisa dan Sri Wahyuningsih bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab; Madriadna bekerja di Kuwait; serta Nurhayati di Bahrain.

Salah satu perwakilan keluarga PMI menerangkan, hingga kini komunikasi dengan anggota keluarganya di luar negeri masih sangat terbatas. Informasi yang diterima pun tidak menentu sehingga menambah kecemasan. “Kami hanya bisa berharap mereka dalam kondisi selamat,” kata Rita Arie Santy, ibu kandung PMI atas nama Luthfi Zeiniyah Faradisa, Senin (6/4).

Dia menambahkan, saat ini dirinya hanya bisa berkomunikasi melalui video call hingga sepuluh kali dalam sehari untuk memastikan kondisi anaknya tetap aman. “Anak saya ada di Dubai, alhamdulillah sekarang aman. Saya video call sekitar sepuluh kali setiap hari dan berharap pemerintah bisa menjamin keamanan serta keselamatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Situbondo, Suriyatno, mengatakan sejak posko pengaduan dibuka, pihaknya menerima laporan lima orang PMI asal Situbondo yang berada di wilayah konflik Timur Tengah. “Lima orang itu sudah kami laporkan kepada pemerintah pusat dan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini posko pengaduan secara offline telah ditutup, namun layanan online masih tetap dibuka karena dikhawatirkan masih ada warga yang belum terlaporkan. “PMI yang terlapor belum bisa dipulangkan, tetapi kami memprioritaskan keamanan dan keselamatannya,” terangnya.

Suriyatno menegaskan, selama PMI mengikuti arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), maka dapat dipastikan mereka berada dalam kondisi aman. “KBRI selalu menempatkan mereka di lokasi yang aman. Kami juga meminta pihak keluarga untuk tetap berkomunikasi dengan PMI dan tetap tenang,” tegasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#PMI Situbondo #Pemkab Situbondo