Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wamenkop Farida Farichah: Kopdes Merah Putih Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Desa

Bayu Shaputra • Selasa, 7 April 2026 | 06:33 WIB
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. (Instagram/faridafarichah)
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. (Instagram/faridafarichah)

 

RADARSITUBONDO.ID - Upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi pedesaan melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan, program tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa sekaligus mendorong kemandirian lokal.

"Kita optimistis Kopdes Merah Putih dapat membangkitkan ekonomi masyarakat desa, terlebih masyarakat desa kaya dengan segala potensi yang ada, dan ini kesempatan mereka berdaya dan berdaulat untuk mengelola desa masing-masing," ujar Farida saat menghadiri Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lebak, Senin.

Baca Juga: Bayern On Fire, Real Madrid Siapkan Strategi Redam Tekanan

Program Kopdes Merah Putih yang digagas pemerintah pusat ini dijalankan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 dan 17. Dalam implementasinya, Kementerian Koperasi menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mempercepat pembangunan sarana fisik koperasi.

Pembangunan tersebut meliputi gerai, gudang, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya, termasuk kendaraan operasional.

Kementerian Koperasi memprioritaskan percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih karena program ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga melakukan pendampingan intensif terhadap pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu menjalankan usaha secara mandiri.

Baca Juga: Jumlah Pemilih Situbondo Melonjak 28 Ribu, Didominasi Pemilih Pemula, KPU Tetapkan 536.172 DPT Sementara

Farida menjelaskan, saat ini pembentukan KDKMP telah rampung dengan jumlah koperasi berbadan hukum mencapai lebih dari 83 ribu unit. Seluruh koperasi tersebut juga telah memiliki struktur kepengurusan yang lengkap.

"Sekarang hari ini KDKMP di antaranya ada yang sudah berlangsung menjalani bisnis secara mandiri," katanya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 34 ribu hingga 35 ribu unit tengah memasuki tahap pembangunan fasilitas fisik. Progres pembangunan pun bervariasi, mulai dari 20 persen hingga 70 persen. Bahkan, sekitar 3.000 unit koperasi telah rampung sepenuhnya dan siap memasuki tahap operasional.

Pemerintah mendorong masyarakat untuk turut memantau perkembangan koperasi di wilayah masing-masing, termasuk di Kabupaten Lebak. Hal ini penting untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Setelah seluruh pembangunan selesai, tahapan berikutnya adalah operasionalisasi koperasi. Proses ini mencakup pengisian sarana dan prasarana, penyediaan barang dagangan, penetapan tenaga kerja, hingga perekrutan anggota dari masyarakat desa dan kelurahan.

Baca Juga: DPRD Morowali Kepincut Budidaya Ikan Situbondo, Segmentasi Lengkap Jadi Daya Tarik Utama

Di tingkat lapangan, keberadaan Kopdes Merah Putih mulai dirasakan manfaatnya. Manager Kopdes Merah Putih Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Aep Saepudin, menyebut koperasi yang dikelolanya telah memiliki 294 anggota, mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para anggota koperasi tersebut aktif memproduksi berbagai komoditas unggulan desa, seperti emping kaceprek, gula aren, sale pisang, hingga bakso ikan. Produk-produk tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah setempat.

Salah satu komoditas yang menunjukkan potensi besar adalah gula aren. Produk ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur.

Dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton per bulan dan harga sekitar Rp40 ribu per kilogram, perputaran ekonomi yang dihasilkan mampu mencapai Rp400 juta setiap bulan.

"Kami optimistis KDMP dapat menumbuhkan ekonomi desa, sekaligus bisa menghapus kemiskinan ekstrem," kata Aep.

Editor : Bayu Shaputra
#Koperasi desa #Wamenkop #Farida Farichah #Kopdes Merah Putih