RADARSITUBONDO.ID - Pemerintahan Prabowo Subianto tengah mengkaji langkah efisiensi sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi global, termasuk tekanan pada pasokan bahan bakar minyak.
Di tengah situasi tersebut, beredar isu mengenai rencana pemotongan gaji menteri dalam Kabinet Merah Putih serta wacana penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.
Menanggapi berbagai isu yang berkembang, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memilih bersikap hati-hati. Ia meminta agar setiap informasi yang beredar dikonfirmasi langsung kepada pihak yang menyampaikan pernyataan awal.
“Tanya yang menyampaikan kemarin, siapa itu?,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Aturan Baru Penerbangan Singapura, Penumpang Hanya Boleh Bawa Dua Power Bank Mulai 15 April
Menurut Teddy, berbagai wacana yang muncul saat ini masih berada pada tahap pembahasan awal dan belum menghasilkan keputusan final. Pemerintah, kata dia, masih akan menggelar serangkaian rapat lanjutan untuk mematangkan konsep kebijakan yang dinilai paling tepat dalam menghadapi situasi ekonomi global yang dinamis.
Ia menegaskan bahwa seluruh opsi, termasuk efisiensi anggaran maupun penyesuaian pola kerja aparatur negara, masih akan dikaji secara menyeluruh. “Jadi intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini,” tambahnya.
Pemerintah juga memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan stabilitas ekonomi nasional sekaligus menjaga efektivitas kinerja pemerintahan.
Dalam konteks ini, isu pemotongan gaji menteri maupun penerapan WFH belum dapat dipastikan sebagai kebijakan yang akan diambil.
Teddy kembali menekankan bahwa belum ada keputusan resmi dari Istana terkait langkah efisiensi tersebut. “Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun,” tandasnya.
Editor : Bayu Shaputra