Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Krisis Air Bersih Mengintai Situbondo, BPBD Hanya Andalkan 1 Armada Tua Saat Kemarau!

Ahmad Rifa'ie • Rabu, 8 April 2026 | 19:53 WIB
DAMPAK MUSIM KEMARAU: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo saat melakukan pengiriman distribusi air bersih di salah satu wilayah di Situbondo yang terdampak kekeringan 2025 lalu. (Ahmad Rifa
DAMPAK MUSIM KEMARAU: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo saat melakukan pengiriman distribusi air bersih di salah satu wilayah di Situbondo yang terdampak kekeringan 2025 lalu. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Penyaluran air bersih kepada warga saat musim kemarau di Kabupaten Situbondo terancam tidak bisa berjalan optimal. Ini lantaran keterbatasan armada pengangkut air. Saat ini hanya tersisa dua unit. Bahkan hanya satu unit yang dapat dioperasikan.

Situbondo saat ini mulai memasuki musim kemarau. Diprediksi durasi kemarau tahun ini akan lebih panjang. Beberapa bulan ke depan, sejumlah wilayah dipastikan akan menghadapi kekeringan, termasuk krisis air bersih yang kerap terjadi di daerah-daerah tertentu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Timbul Surjanto menegaskan, kondisi armada yang terbatas menjadi kendala utama. Dari dua unit yang dimiliki, satu di antaranya sudah tidak dapat beroperasi, sementara satu lainnya pun dinilai tidak sepenuhnya dapat diandalkan.

“Saat ini kami memiliki dua unit armada, namun semuanya sudah tua. Satu unit sudah tidak beroperasi, dan satu lagi kondisinya juga tidak bisa diandalkan sepenuhnya,” kata Kalaksa BPBD Situbondo, usai menyerahkan LKPJ ke DPRD Situbondo, Rabu (8/4).

Timbul menambahkan, dengan kondisi tersebut, distribusi air bersih sulit dilakukan secara maksimal. Pihaknya pun telah menyampaikan kondisi ini kepada DPRD dan tim anggaran, dengan harapan adanya penambahan armada. “Dengan kondisi seperti ini, tentu distribusi air tidak akan optimal. Kami sudah menyampaikan kepada dewan terkait kebutuhan penambahan armada,” tambahnya.

Dia menegaskan, kebutuhan air bersih masyarakat akan meningkat signifikan saat musim kemarau panjang. Namun, jika jumlah armada tetap terbatas, distribusi air akan terhambat. Akibatnya, sejumlah daerah harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan air bersih, sehingga kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga sanitasi. “Ini menjadi bahan evaluasi dari kekurangan tahun 2025 dan untuk menghadapi 2026, terutama terkait mobilitas penanganan air bersih saat musim kemarau,” ujarnya.

Timbul berharap, kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya dapat segera diatasi, baik melalui penambahan armada maupun dukungan anggaran. “Kami hanya bisa mengajukan. Keputusan tetap ada di DPRD dan tim anggaran,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#krisis air bersih #bpbd situbondo #Pemkab Situbondo