RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga prinsip demokrasi dalam kehidupan bernegara. Penegasan itu disampaikan dalam taklimat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4), sebagai respons atas dinamika politik yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia sejak awal telah memilih sistem demokrasi, di mana kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat.
Menurut Prabowo, konsekuensi dari sistem tersebut adalah adanya mekanisme yang jelas dan sah dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional.
Ia menekankan bahwa perubahan kekuasaan tidak boleh dilakukan di luar konstitusi, melainkan harus mengikuti aturan yang telah disepakati bersama. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik.
“Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik ya gantilah pemerintah itu. Ada mekanismenya dengan baik, dengan damai. Bisa melalui pemilihan umum, tidak ada masalah bisa juga melalui impeachment. Nggak ada masalah," kata Prabowo.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Tak Redam Serangan Israel di Beirut
Ia menjelaskan bahwa mekanisme pemakzulan atau impeachment merupakan bagian dari sistem demokrasi yang sah, selama dilakukan melalui prosedur yang benar. Dalam hal ini, peran lembaga negara menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa proses berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
“Tapi impeachment melalui saluran, DPR MPR, MK, dilakukan tidak masalah," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pergantian kepemimpinan yang berlangsung secara damai. Ia menyebut sejumlah tokoh nasional yang pernah mengalami transisi kekuasaan tanpa kekerasan, sebagai bukti bahwa sistem demokrasi di Indonesia mampu berjalan dengan baik.
"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian, Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses, tidak melalui kekerasan," bebernya.
Tokoh-tokoh yang dimaksud antara lain Soekarno, Suharto, dan Abdurrahman Wahid yang dikenal sebagai Gus Dur. Pergantian kepemimpinan pada masa mereka dinilai menjadi contoh bahwa perubahan kekuasaan dapat berlangsung secara konstitusional dan tetap menjaga persatuan bangsa.
Prabowo juga mengajak masyarakat untuk tetap mempercayai sistem demokrasi yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa. Ia menilai sistem tersebut telah teruji dalam menghadapi berbagai tantangan, serta mampu menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kedaulatan rakyat.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Keluarkan Imbauan Waspada untuk Warga
Menurutnya, kepercayaan terhadap sistem menjadi kunci dalam menjaga stabilitas politik nasional. Tanpa kepercayaan tersebut, proses demokrasi berpotensi terganggu dan memicu ketidakpastian.
“Jadi saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri pada Indonesia," pungkasnya.
Editor : Bayu Shaputra