Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Prabowo Ajukan Terminal Khusus Haji Indonesia di Arab Saudi

Bayu Shaputra • Kamis, 9 April 2026 | 14:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).  (Biro Pers)
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Biro Pers)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong terobosan baru dalam pengelolaan ibadah haji dengan mengajukan permintaan kepada Arab Saudi terkait penyediaan terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, sebagai bagian dari upaya mempercepat proses kedatangan dan kepulangan jemaah di bandara.

Presiden menegaskan bahwa keberadaan terminal khusus akan memangkas waktu antrean dan meningkatkan efisiensi layanan bagi para tamu Allah asal Indonesia.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” ujar Presiden.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan.

Baca Juga: KNVB Putuskan Tidak Ada Pelanggaran, Dean James Bisa Kembali Bermain

Selain itu, Presiden juga mengungkapkan adanya perbaikan signifikan dalam masa tunggu antrean haji. Jika sebelumnya durasi antrean bisa mencapai 48 tahun, kini telah berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun.

Meski demikian, Presiden menegaskan komitmennya untuk terus memangkas waktu tunggu tersebut agar semakin singkat. “Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Presiden turut menanyakan perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar serta jajaran Danantara yang diwakili oleh COO Dony Oskaria dan CTO Sigit P. Santosa.

Pemerintah melalui Danantara dilaporkan telah mengamankan lahan seluas 45 hektare untuk proyek tersebut.

Presiden menggambarkan Kampung Haji Indonesia sebagai kawasan terpadu yang akan dilengkapi sejumlah menara hunian untuk menampung jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jamaah haji Indonesia),” ujarnya.

Proyek ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan layanan haji secara mandiri.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Tak Redam Serangan Israel di Beirut

Di sisi lain, upaya efisiensi juga menyasar sektor transportasi udara. Presiden memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan untuk melaporkan perkembangan rencana pembentukan perusahaan patungan dengan Saudia Airlines.

Skema kerja sama tersebut dirancang untuk menekan biaya operasional penerbangan haji yang selama ini dinilai tidak efisien.

Presiden menjelaskan bahwa selama ini pesawat yang mengangkut jemaah haji kerap kembali dalam kondisi kosong, baik dari pihak Indonesia maupun Arab Saudi. Kondisi tersebut dinilai merugikan secara ekonomi.

“Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jemaah) haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jemaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” kata Presiden.

Baca Juga: Iran Ancam Cabut Gencatan Senjata Jika Israel Terus Serang Lebanon

Jika rencana itu terealisasi, maka pesawat dari kedua negara dapat saling mengisi penumpang dalam perjalanan pulang dan pergi, sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang keuntungan bagi kedua maskapai.

Presiden juga mengingatkan bahwa instruksi tersebut telah diberikan sejak dua bulan lalu dan meminta percepatan realisasi.

“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ya, ini harus kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya,” tegas Presiden kepada Glenny.

Editor : Bayu Shaputra
#Terminal khusu haji Indonesia #Prabowo Subianto