Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Musim Kemarau Panjang Mengancam! 10 Titik di 6 Desa Situbondo Masuk Daftar Darurat Air Bersih

Ahmad Rifa'ie • Rabu, 15 April 2026 | 20:38 WIB
MUSIM KEMARAU: Beberapa siswa pulang sekolah melewati depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jalan Cendrawasih No. 32, Palraman, Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Rabu (15/4). (Ahmad Rifa
MUSIM KEMARAU: Beberapa siswa pulang sekolah melewati depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jalan Cendrawasih No. 32, Palraman, Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Rabu (15/4). (Ahmad Rifa'ie/JPRS )

RADARSITUBONDO.ID – Penyaluran air bersih saat musim kemarau akan mengacu pada data tahun sebelumnya. Tercatat, sedikitnya ada sepuluh titik tersebar di enam desa yang menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau.

Wilayah yang rawan kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Suboh, tepatnya di Desa Gunung Putri dengan tiga titik. Kemudian Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, terdapat dua titik. Selanjutnya Desa Kumbangsari, Kecamatan Jatibanteng, satu titik, serta Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, sebanyak dua titik. Sementara itu, Desa Plalangan dan Desa Tlogosari di Kecamatan Sumbermalang masing-masing terdapat satu titik.

“Karena musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya, maka kami mulai melakukan pengecekan data sejak sekarang, dengan fokus pada data tahun sebelumnya. Jika ada tambahan, nanti akan dimasukkan ke dalam data,” kata

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Timbul Surjanto, Senin (12/4).

Dia menambahkan, BPBD saat ini mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan di lapangan, termasuk mengantisipasi kendala distribusi, terutama pada aspek transportasi yang menjadi tantangan utama. Meski demikian, pihaknya akan berupaya maksimal agar kebutuhan air bersih masyarakat terdampak tetap terpenuhi. “Ada 10 titik yang tersebar di enam desa di lima kecamatan, itu yang menjadi fokus kami,” tambahnya.

Selain melakukan pemetaan wilayah, BPBD juga mengevaluasi kesiapan sarana dan sumber daya dalam menghadapi musim kemarau. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan armada truk tangki untuk distribusi air bersih. “Persiapan tidak hanya truk tangki, tetapi juga kami cek jumlah, kekuatan, dan potensi sumber mata airnya,” ujarnya.

Timbul berharap adanya dukungan tambahan anggaran dari pemerintah untuk memperbaiki kendaraan yang belum optimal. Menurutnya, kondisi geografis Situbondo yang didominasi wilayah pegunungan dan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi air bersih. “Jika dipaksakan, kendaraan tidak akan mampu bekerja maksimal, apalagi dengan medan dan rute yang sebagian besar melalui pegunungan dan hutan,” jelasnya.

Selain ancaman kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, terutama di kawasan hutan dan lahan pertanian. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap risiko kebakaran rumah akibat korsleting listrik maupun kebocoran gas. “Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, karena potensi kebakaran cukup tinggi. Selalu waspada,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#krisis air bersih #bpbd situbondo #Pemkab Situbondo