RADARSITUBONDO.ID - Keputusan pemerintah untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April 2026 mulai terlihat di lapangan. Hingga awal April, harga BBM baik subsidi maupun non subsidi masih bertahan seperti periode Maret 2026.
Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar stabilitas harga tetap dijaga. Tidak hanya berlaku di SPBU milik PT Pertamina (Persero), kebijakan tersebut juga diikuti oleh sejumlah SPBU swasta.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga untuk BBM subsidi. “Kami sampaikan terkait penyesuaian harga.
Kami sampaikan perintah Pak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, flat pakai harga sekarang,” ujarnya dalam konferensi pers.
Baca Juga: Malaysia Tekan Indonesia dengan Psywar Jelang Duel Piala AFF U-17 2026
Untuk BBM non subsidi, pemerintah masih melakukan pembahasan bersama Pertamina dan pihak swasta. Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada perubahan harga.
“Untuk BBM non subsidi, kami dengan tim Pertamina maupun SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai, itu kapan? tunggu dulu, artinya belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengacu pada informasi resmi pemerintah. “Saya minta masyarakat info yang dipegang itu dari pemerintah, selain itu saya mohon kita lebih cerdas mengelola info. Tujuannya agar tetap stabil,” imbaunya.
Baca Juga: Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 9 Orang, 13 Luka, Pelaku Siswa Kelas 8
Pantauan di berbagai SPBU menunjukkan bahwa harga BBM memang belum mengalami perubahan. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga BBM di SPBU Pertamina masih sama seperti bulan sebelumnya.
Pertamax atau RON 92 dijual Rp 12.300 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) berada di level Rp 12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter.
Untuk jenis solar non subsidi, Dexlite dijual Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Sementara itu, BBM subsidi masih bertahan sejak September 2022, yakni Pertalite Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU swasta. Di SPBU BP-AKR dan PT Vivo Energy Indonesia, harga BBM yang dijual masih mengacu pada tarif Maret 2026. Untuk jenis RON 92 seperti BP 92 dan Revvo 92, harga dipatok Rp 12.390 per liter.
Baca Juga: Mierza Firjatullah Terancam Absen, Lini Depan Timnas U-17 Diuji Lawan Malaysia
Namun, situasi berbeda terlihat di SPBU Shell Indonesia. Sejumlah lokasi dilaporkan tidak menjual BBM karena stok kosong. Dalam keterangannya, pihak Shell menyampaikan, “Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku.”
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa di beberapa wilayah seperti Ciater hingga Warung Buncit, SPBU Shell tidak beroperasi untuk penjualan BBM.
Sementara itu, SPBU Vivo juga terpantau tidak menjual BBM di beberapa titik, sedangkan BP masih melayani penjualan terbatas untuk jenis RON 92.
Baca Juga: Kontroversi Kartu Merah Warnai Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munchen
Berikut daftar harga BBM di seluruh SPBU milik Pertamina maupun pihak swasta, per 16 April 2026:
Harga BBM Shell (namun mayoritas stok BBM kosong):
- Shell Super: Rp 12.390 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp 14.620 per liter
Harga BBM Vivo:
- Vivo Revvo 92: Rp 12.390 per liter
- Vivo Revvo 95: Rp 12.930 per liter
- Vivo Diesel Primus: Rp 14.610 per liter
Harga BBM BP-AKR:
- BP Ultimate: Rp 12.930 per liter
- BP 92: Rp 12.390 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp 14.620 per liter.
Harga BBM Pertamina:
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Solar Subsidi: 6.800 per liter
- Pertamax: Rp 12.300 per liter liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
- Dexlite: Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter