RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman meski dinamika geopolitik global terus berkembang. Kepastian itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah menjalankan diplomasi energi dengan Rusia.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun.
“Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujarnya di Istana, Jakarta, Kamis (17/4/2026).
Baca Juga: Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan BUMN, Pendaftaran Hingga 24 April 2026
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas energi di tengah ketidakpastian global. Dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev, Indonesia mendapatkan komitmen pasokan minyak mentah guna mendukung kebutuhan domestik.
Menurut Bahlil, kerja sama tersebut tetap mengedepankan kepentingan nasional, terutama dalam hal harga impor minyak. Pemerintah berupaya agar harga yang diperoleh tidak melampaui harga pasar internasional.
“Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih dari harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” tegasnya.
Baca Juga: Zodiak Hari ini, 17 April: Gemini Harus Berhenti Mengabaikan Tanda yang Sudah Terlalu Jelas
Selain memastikan pasokan, pemerintah juga menjamin stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Bahlil menyebutkan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli masyarakat.
“Harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil. Ia kembali menegaskan bahwa langkah pengamanan energi nasional telah dilakukan secara menyeluruh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa isu energi menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
“Yang terpenting adalah kerja sama di bidang energi, yang diharapkan bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional,” ujar Sugiono.
Pertemuan bilateral tersebut tidak hanya membahas sektor energi, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pertanian. Bahkan, kedua pemimpin negara turut membicarakan perkembangan geopolitik global yang menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Kemarau Panjang 2026 Mengancam! Pemkab Situbondo Siapkan Strategi Darurat Cegah Krisis Air
“Selain pertemuan bilateral juga dilakukan pertemuan tete a tete dalam format makan siang bersama yang juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara,” jelas Sugiono.
Ia menambahkan, Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan. Ke depan, kedua negara berencana memperluas kolaborasi, termasuk mempererat hubungan antar masyarakat.
Editor : Bayu Shaputra