Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 26–27 April 2026, Ini Wilayah Terdampak

Bayu Shaputra • Minggu, 26 April 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi musim hujan. (Jawapos)
Ilustrasi musim hujan. (Jawapos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 26 April 2026 hingga Senin, 27 April 2026.

Dalam rilis terbarunya, BMKG memaparkan adanya peluang hujan lebat yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebelumnya, dalam periode 20 hingga 23 April 2026, BMKG mencatat bahwa berbagai daerah telah mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, dalam beberapa kasus, intensitas tersebut meningkat menjadi lebat bahkan sangat lebat.

Curah hujan tertinggi terpantau di Nusa Tenggara Timur mencapai 125,3 mm per hari, disusul Aceh 98,0 mm per hari, Kalimantan Tengah 85,0 mm per hari, Kepulauan Riau 83,0 mm per hari, Jawa Timur 70,2 mm per hari, Jawa Barat 69,7 mm per hari, serta Sumatera Barat 58,5 mm per hari.

Baca Juga: Iran Ajukan Solusi Perdamaian, AS Dinilai Belum Serius dalam Diplomasi

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipicu oleh dinamika atmosfer yang aktif.

“Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG), dan Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial di beberapa wilayah,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di wilayah perairan dan pesisir barat Sumatera hingga Jawa bagian barat dan tengah turut memperkuat terbentuknya daerah pertemuan angin atau konvergensi.

Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun area yang terpengaruh pola angin.

Baca Juga: Maarten Paes Clean Sheet, Ajax Tekuk NAC 2-0

Tidak hanya itu, faktor lokal juga berperan dalam memperkuat potensi cuaca ekstrem. Suhu permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang tinggi di lapisan bawah atmosfer menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan awan konvektif.

Awan jenis ini dikenal mampu memicu hujan lebat yang sering kali disertai angin kencang dalam waktu singkat.

Memasuki periode 26 hingga 27 April 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan di beberapa daerah, intensitas hujan diperkirakan dapat meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat.

Pada Minggu, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi diprediksi terjadi di Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Sementara itu, angin kencang berpotensi muncul di Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Praka Rico Pramudia Meninggal Usai Dirawat Intensif

Kondisi serupa masih berlanjut pada Senin, dengan wilayah Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Adapun potensi angin kencang masih terpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur.

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Editor : Bayu Shaputra
#bmkg #hujan lebat #angin kencang