RADARSITUBONDO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya memastikan sejumlah perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Surabaya, Jawa Timur, terdampak insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.
Dampak tersebut terutama dirasakan pada jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api yang melintasi lintas utara Pulau Jawa.
Dikutip dari ANTARA, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan bahwa gangguan perjalanan terjadi setelah keberangkatan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang mengalami insiden di lokasi tersebut. Imbasnya, sejumlah perjalanan kereta dari Jakarta menuju Surabaya mengalami keterlambatan.
Baca Juga: Insiden KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur, Evakuasi Korban Terus Berlanjut
“Kedatangan KA, keberangkatan (dari) Jakarta menuju Surabaya beberapa terdampak,” ujar Mahendro.
Meski demikian, pihak KAI Daop 8 Surabaya masih melakukan pendataan secara menyeluruh terkait jumlah perjalanan yang terdampak serta tingkat keterlambatan yang terjadi. Proses pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat.
“Masih dihimpun,” ucapnya.
Baca Juga: Taksi Listrik Green SM Klarifikasi Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur yang memengaruhi perjalanan kereta api di jalur tersebut. Insiden ini berdampak pada kelancaran operasional perjalanan, khususnya untuk rangkaian kereta yang melintas setelah kejadian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” ujarnya.
KAI juga memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat seiring dengan perkembangan penanganan insiden di lapangan. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu penumpang dalam menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
Editor : Bayu Shaputra