Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL

Bayu Shaputra • Selasa, 28 April 2026 | 08:45 WIB
Kecelakaan KRL dan KA Agro Bromo di Stasiun Bekasi Timur. (sumber X)
Kecelakaan KRL dan KA Agro Bromo di Stasiun Bekasi Timur. (sumber X)

 

RADARSITUBONDO.ID - Insiden tabrakan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur berdampak langsung pada layanan operasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan untuk sementara waktu stasiun tersebut tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang menyusul kejadian yang terjadi di Daerah Operasi 1 Jakarta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan layanan yang timbul.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Persija Sumbang 4 Pemain ke Timnas Indonesia, Mauricio Souza Soroti Eksel Runtukahu

KAI menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses penanganan insiden tersebut.

Untuk sementara, pelanggan yang hendak menggunakan jasa kereta api diarahkan menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Penyesuaian operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih berlangsung seiring proses evakuasi dan perbaikan di lapangan.

Perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan layanan agar aktivitas perjalanan kereta api dapat kembali normal. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi KAI.

Baca Juga: Perjalanan Kereta Jakarta-Surabaya Terganggu Akibat Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur

Di sisi lain, proses evakuasi korban masih berlangsung intensif. Tiga penumpang dilaporkan masih terjepit di dalam rangkaian kereta.

Tim SAR gabungan melakukan upaya penyelamatan dengan metode bergantian menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong bagian rangkaian gerbong KRL.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi ruang gerbong yang sempit.

“Personel Basarnas dan tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong bagian-bagian rangkaian KRL yang menahan tubuh korban,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan ruang di dalam gerbong menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

Sebagian badan dari kepala kereta api jarak jauh masuk ke dalam rangkaian KRL, sehingga area kerja sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat jumlah personel yang dapat masuk ke dalam gerbong dibatasi, maksimal sekitar 25 orang termasuk tenaga medis.

Baca Juga: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Dirut KAI: 6-7 Penumpang Masih Terjebak

Insiden ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.55 WIB, melibatkan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan 4 relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Tabrakan tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada rangkaian kereta dan memicu proses evakuasi besar-besaran sejak malam hingga pagi hari.

Editor : Bayu Shaputra
#KA Argo Bromo Anggrek #Stasiun Bekasi Timur #krl