RADARSITUBONDO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat enam orang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4).
Selain korban meninggal, sebanyak 80 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa seluruh korban telah ditangani secara maksimal oleh tim medis dan pihak terkait.
"Penumpang KRL tercatat 6 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa pagi.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Jakarta-Surabaya Terganggu Akibat Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur
Dalam peristiwa tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dipastikan selamat.
KAI menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan penuh kepada para korban, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia melalui dukungan asuransi dan perusahaan.
Penanganan korban dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Rumah sakit yang terlibat antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Baca Juga: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Dirut KAI: 6-7 Penumpang Masih Terjebak
KAI juga memastikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan kehati-hatian mengingat adanya korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan khusus.
Anne menjelaskan bahwa lamanya proses evakuasi dipengaruhi oleh upaya penyelamatan yang dilakukan secara cermat oleh tim gabungan.
"Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban," kata Anne.
Untuk membantu keluarga korban dan penumpang memperoleh informasi, KAI telah mendirikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini menjadi pusat koordinasi bagi keluarga dalam mencari data terkait penumpang serta perkembangan penanganan korban.
Baca Juga: Insiden KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur, Evakuasi Korban Terus Berlanjut
KAI juga menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik," ujar Anne.
Editor : Bayu Shaputra