RADARSITUBONDO.ID - Kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam membawa dampak langsung terhadap operasional perjalanan kereta api nasional.
Imbas dari insiden tersebut, sebanyak 13 perjalanan kereta api jarak jauh dipastikan batal berangkat pada Selasa (28/4/2026) karena proses penanganan di lokasi masih berlangsung.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut sekaligus meminta maaf kepada para pelanggan yang terdampak.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram @kai121_, manajemen KAI menegaskan bahwa perubahan pola operasional tidak dapat dihindari demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api di jalur yang terdampak kecelakaan.
Baca Juga: Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal dan 81 Luka Dirawat
Sejumlah perjalanan kereta yang dibatalkan mencakup berbagai rute penting, di antaranya relasi Cirebon–Gambir, Cilacap–Gambir, Gambir–Cilacap, Madiun–Pasar Senen, Semarang Tawang–Gambir, Solo Balapan–Pasar Senen, hingga Surabaya Pasarturi–Gambir.
Selain itu, perjalanan dari Blitar, Malang, Lempuyangan, dan Semarang menuju Pasar Senen juga turut terdampak. Pembatalan ini disebut sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan jalur serta kelancaran operasional secara menyeluruh.
KAI memastikan bahwa hak pelanggan tetap menjadi prioritas utama. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan memberlakukan kebijakan pengembalian dana penuh atau refund bagi penumpang yang terdampak pembatalan maupun keterlambatan perjalanan.
Penumpang berhak memperoleh pengembalian tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Kebijakan ini berlaku untuk jadwal keberangkatan pada 27 hingga 28 April 2026.
Baca Juga: Kecelakaan KA di Bekasi Timur, 6 Penumpang Meninggal dan 80 Luka
Pelanggan yang termasuk dalam kategori terdampak adalah mereka yang memutuskan membatalkan perjalanan akibat gangguan operasional. Proses pengajuan pembatalan tiket dapat dilakukan melalui Contact Center KAI 121, baik melalui sambungan telepon, ponsel, maupun fitur bantuan pada aplikasi Access by KAI yang berbasis VoIP.
Agar proses pengembalian dana berjalan lancar, pelanggan diminta menyiapkan sejumlah data penting, meliputi kode booking tiket, nama penumpang, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening bank, nomor telepon aktif, serta alamat email.
Untuk mekanisme pengembalian dana, KAI menjelaskan bahwa refund akan diberikan secara tunai apabila pembatalan dilakukan langsung di loket stasiun. Sementara itu, pengajuan melalui layanan call center akan diproses melalui transfer ke rekening pelanggan.
KAI juga menegaskan bahwa pelanggan masih memiliki waktu hingga tujuh hari ke depan untuk mengajukan pembatalan tiket dan klaim pengembalian dana. Hal ini diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi penumpang dalam mengurus hak mereka tanpa terburu-buru.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Jakarta-Surabaya Terganggu Akibat Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur
Di tengah situasi ini, KAI terus melakukan pembaruan informasi terkait perkembangan penanganan kecelakaan serta dampaknya terhadap perjalanan kereta api.
Penumpang diimbau untuk secara aktif memantau informasi resmi sebelum berangkat guna menghindari kendala di lapangan.
Layanan Contact Center KAI 121 dapat diakses melalui nomor (021) 121 maupun WhatsApp di 0811-2223-3121 untuk mendapatkan informasi terbaru.
Editor : Bayu Shaputra