RADARSITUBONDO.ID - Layanan transportasi darat diperkuat menyusul gangguan operasional kereta api di wilayah Bekasi. PT Transportasi Jakarta menyiapkan armada bus shuttle untuk membantu mobilitas penumpang Commuter Line dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi setelah insiden kecelakaan kereta pada Senin malam (27/4).
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa layanan tersebut dioperasikan dengan tarif normal. “Transjakarta mengerahkan empat unit bus yang difungsikan khusus sebagai shuttle,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Armada tersebut disiagakan penuh guna memastikan perpindahan penumpang tetap berjalan di tengah proses evakuasi di jalur rel. Kehadiran shuttle diharapkan mampu mengurangi kepadatan sekaligus menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang terdampak.
Ayu menambahkan, “Semoga proses evakuasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan.”
Baca Juga: Barcelona Cari Pengganti Lewandowski, Julian Alvarez Jadi Target Utama
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia menyampaikan bahwa untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Kebijakan ini diambil sebagai dampak dari kejadian operasional di wilayah tersebut yang masuk dalam Daerah Operasi 1 Jakarta.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa penanganan di lokasi menjadi prioritas utama.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” kata Anne.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat yang akan melakukan perjalanan kereta api diarahkan menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, perjalanan kereta menuju lintas Bekasi masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan yang terus berlangsung di lapangan.
Editor : Bayu Shaputra