RADARSITUBONDO.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat menindaklanjuti kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (24/4).
Insiden yang melibatkan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek itu langsung memicu penurunan tim investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
Dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (28/4), KNKT menyampaikan bahwa langkah awal investigasi telah dilakukan sejak malam kejadian. ”Sejak tadi malam (Senin), 3 orang penyidik kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi,” tulis KNKT.
Baca Juga: Barcelona Cari Pengganti Lewandowski, Julian Alvarez Jadi Target Utama
Penyelidikan tersebut berlanjut pada Selasa pagi dengan fokus mengumpulkan data dan fakta di lokasi kejadian. KNKT memastikan proses investigasi masih berjalan dan hasilnya akan disampaikan setelah analisis selesai. ”Investigasi akan dilanjutkan. Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan,” lanjut KNKT.
Sementara itu, jumlah korban akibat kecelakaan tersebut terus diperbarui. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa hingga Selasa pagi, korban meninggal dunia mencapai tujuh orang. Selain itu, puluhan korban mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.
”Saya meng-update jumlah korban pada kecelakaan kereta pada tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan merawatnya sebanyak 81 orang, dan ada yang masih terperangkap ada 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” ungkap Bobby.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara Usai Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL
Proses evakuasi berlangsung cukup panjang dan penuh kehati-hatian. Tim SAR Gabungan telah bekerja sejak sekitar pukul 21.00 WIB dan menghabiskan waktu hingga sembilan jam untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong.
Bobby mengakui bahwa proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi demi keselamatan korban.
”Evakuasi ini terus terang cukup lama, dan kami lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali,” ujarnya.
Dalam perkembangan terbaru, tim SAR berhasil mengevakuasi tujuh korban yang sebelumnya terhimpit di dalam gerbong KRL. Lima di antaranya berhasil diselamatkan, sementara dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah berjam-jam terjebak.
Kantor SAR Jakarta mencatat proses evakuasi berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa upaya penyelamatan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan sekaligus kecepatan.
”Personel Basarnas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan,” ungkapnya.
Baca Juga: Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya: Bernardo Tavares Waspadai Performa Singo Edan
Data kronologis menunjukkan proses evakuasi berlangsung bertahap. Korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 02.42 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi. Selanjutnya pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat bernama Nurul (26) berhasil dikeluarkan dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Evakuasi terus berlanjut hingga pukul 05.49 WIB saat korban atas nama Ata (30) berhasil diselamatkan. Tidak lama kemudian, pada pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim kemudian kembali mengevakuasi korban selamat pada pukul 06.25 WIB atas nama Mia (26), disusul Siti Fatonah (47) pada pukul 06.55 WIB.
Baca Juga: Perjalanan Kereta Jakarta-Surabaya Terganggu Akibat Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur
Upaya penyelamatan belum berhenti hingga akhirnya pada pukul 07.25 WIB, korban selamat lainnya, Endang Kuswati (40), berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat mencapai 92 orang. Dari total tersebut, sebanyak 85 orang dinyatakan selamat dengan sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang karena mengalami luka ringan. Tujuh korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
”Berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang, dengan rincian 85 korban selamat dalam perawatan di rumah sakit serta ada juga yang langsung dibawa pulang karena hanya mengalami luka ringan, dan 7 orang dinyatakan meninggal dunia,” terang Desiana.
KNKT masih terus mendalami penyebab kecelakaan tersebut melalui investigasi lapangan dan pengumpulan data teknis.
Editor : Bayu Shaputra