RADARSITUBONDO.ID - Laporan suasana duka menyelimuti insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur setelah tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line.
Prabowo Subianto turun langsung menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Bekasi pada Selasa pagi, sehari setelah kejadian.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk empati sekaligus respons cepat pemerintah terhadap peristiwa yang mengejutkan publik. Presiden menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak.
“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” kata Prabowo dalam keterangannya.
Baca Juga: Persebaya Siapkan Strategi Khusus Hadapi Arema FC di Pekan ke-30
Selain menyampaikan belasungkawa, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah lanjutan untuk mengusut penyebab kecelakaan.
Penyelidikan menyeluruh disebut menjadi prioritas guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. “Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujar Presiden.
Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Tabrakan tersebut mengakibatkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Pemerintah pusat dan pihak terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat serta evakuasi korban di lokasi kejadian.
Baca Juga: KNKT Selidiki Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Dalam kunjungannya, Presiden yang mengenakan peci hitam dan busana safari krem tiba sekitar pukul 08.39 WIB. Ia didampingi sejumlah pejabat, termasuk Teddy Indra Wijaya, Prasetyo Hadi, serta Rizky Irmansyah. Kehadiran Presiden disambut oleh Dudy Purwagandhi, Bobby Rasyidin, dan pejabat daerah setempat.
Setibanya di rumah sakit, Presiden langsung menuju ruang perawatan untuk menemui korban. Proses peninjauan berlangsung tertutup, namun dipastikan Presiden berdialog dengan sejumlah korban serta tenaga medis yang menangani mereka.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyampaikan data terbaru terkait jumlah korban. Hingga Selasa pagi pukul 06.30 WIB, tercatat tujuh orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya: Bernardo Tavares Waspadai Performa Singo Edan
“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby.
Proses evakuasi disebut berlangsung cukup lama karena kondisi di lapangan yang memerlukan kehati-hatian tinggi. Petugas harus memastikan keselamatan korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta. Evakuasi memakan waktu hingga delapan jam sejak insiden terjadi.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujar Bobby.
Editor : Bayu Shaputra