Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Update Terbaru Kemenhub: 106 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Bayu Shaputra • Rabu, 29 April 2026 | 17:45 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia terus memberikan pembaruan terkait dampak kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Hingga Rabu (29/4), jumlah korban terdampak tercatat mencapai 106 penumpang.

Dari total tersebut, sebanyak 15 penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Penanganan terhadap korban masih terus dilakukan, termasuk perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah fokus memastikan penanganan korban berjalan optimal.

“Pada hari ini kami juga ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang ada yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang dan yang luka-luka 91,” ujarnya saat memberikan keterangan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Baca Juga: Carrick Bawa Manchester United Bangkit, Kursi Pelatih Permanen Makin Dekat

Dudy menambahkan, kondisi sebagian korban luka mulai membaik. Dari 91 penumpang yang mengalami luka, sebanyak 38 orang telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

“Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Harapan kami bahwa kedamaian insya Allah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proses pemulihan infrastruktur masih berlangsung. Pihaknya melakukan serangkaian uji teknis terhadap rel dan sistem persinyalan guna memastikan keamanan operasional sebelum jalur digunakan secara normal kembali.

Baca Juga: Kemendikdasmen Rilis Logo Hardiknas 2026, Ini Filosofi dan Maknanya

Untuk operasional kereta api jarak jauh, PT KAI memastikan jalur sudah dapat dilalui sejak Selasa dini hari (27/4) pukul 01.30 WIB.

Sedangkan jalur dari arah hulu mulai bisa digunakan kembali pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB setelah dilakukan pembersihan puing dan pemeriksaan keselamatan.

“Tadi malam jam 02.00 WIB, alhamdulillah yang jalur hulunya itu setelah bebas dari puing-puing dan kita sudah pastikan bersama KNKT juga, memastikan keselamatan pemakaian jalur ini untuk pemakaian kereta-kereta jarak jauh walaupun kami masih melakukan pengukuran kecepatan 30 km/jam di stasiun ini,” papar Bobby.

Meski jalur sudah kembali difungsikan, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan kereta saat melintas di area Stasiun Bekasi Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh.

Editor : Bayu Shaputra
#kecelakaan KRL Bekasi Timur #Argo Bromo Anggrek #Kemenhub