RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis.
Kondisi ini dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer yang masih aktif, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan.
Prakirawan cuaca BMKG, Ina Indah H, dalam keterangannya yang disampaikan di Jakarta menyebutkan bahwa sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Truk KDMP Situbondo Masih Terparkir, Distribusi Dijanjikan Minggu Depan, Ada Apa?
“Untuk bagian barat Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan petir di Banjarmasin dan Tanjung Selor, kemudian potensi hujan sedang di Padang, Semarang, dan Yogyakarta,” katanya.
Selain itu, hujan dengan intensitas ringan juga diperkirakan terjadi di sejumlah kota besar seperti Medan, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Sementara itu, wilayah Banda Aceh diperkirakan akan mengalami kondisi berawan tebal.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan yang disertai petir di Ambon. Adapun hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, dan Nabire.
Baca Juga: Belum Puncak Kemarau, 17 Rumah di Situbondo Ludes Terbakar, Ini Penyebab Mengejutkannya!
Ina juga menjelaskan bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah seperti Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, Jayapura, hingga Merauke. Sedangkan kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Kupang dan Manado.
Dengan kondisi cuaca yang bervariasi di berbagai wilayah tersebut, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG serta mempersiapkan langkah antisipasi guna mengurangi risiko yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem.
Editor : Bayu Shaputra