RADARSITUBONDO.ID - Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.
Peristiwa tragis tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Pernyataan belasungkawa itu disampaikan melalui unggahan resmi di media sosial pada Rabu (29/4), sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban dan keluarga yang terdampak.
Baca Juga: Update Terbaru Kemenhub: 106 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
“Dalam momen tragis seperti ini, kami memahami betapa rapuh dan berharganya setiap nyawa kita,” tulis Kedubes Rusia dalam pernyataannya.
Ungkapan tersebut mencerminkan empati atas musibah yang menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas.
Lebih lanjut, Kedubes Rusia menyampaikan perhatian, dukungan, serta doa bagi seluruh pihak yang terdampak insiden tersebut. Mereka menegaskan keyakinan bahwa ketabahan dan persatuan masyarakat Indonesia akan mampu membantu melewati masa sulit akibat bencana ini.
“Kami yakin bahwa ketabahan dan persatuan akan membantu mengatasi dampak bencana ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Barcelona Incar Joao Pedro, Alternatif Julian Alvarez di Bursa Transfer Musim Panas
Dalam pernyataan yang sama, Kedubes Rusia juga menyampaikan simpati secara khusus kepada keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban dan turut merasakan kesedihan dan kehilangan yang tak tergantikan,” ujarnya.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Insiden bermula ketika sebuah taksi listrik mengalami gangguan teknis hingga berhenti di tengah perlintasan rel.
Kendaraan tersebut diketahui menghambat jalur KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang yang tengah melintas, sehingga kereta harus berhenti mendadak di jalur.
Situasi kemudian berubah menjadi fatal dalam waktu singkat. Saat KRL dalam kondisi berhenti, dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi yang tidak sempat menghindar. Tabrakan keras pun terjadi dan menyebabkan kerusakan berat pada rangkaian kereta.
Baca Juga: Trump Siapkan Blokade Baru Iran, Tekan Ekspor Minyak dan Jalur Pelayaran
Benturan tersebut mengakibatkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Proses evakuasi dilakukan segera setelah kejadian, dengan melibatkan petugas gabungan dari kepolisian, tenaga medis, serta relawan.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Investigasi difokuskan pada kemungkinan adanya kelalaian manusia, termasuk faktor pengemudi kendaraan yang berhenti di perlintasan, serta potensi gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian.
Selain itu, aparat juga menelusuri apakah terdapat kesalahan prosedur atau kendala teknis yang menyebabkan KA Argo Bromo Anggrek tidak dapat menghindari tabrakan. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Editor : Bayu Shaputra