Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Prabowo: Program MBG Bantu Petani dan Nelayan Dapat Kepastian Pasar

Bayu Shaputra • Kamis, 30 April 2026 | 16:17 WIB
Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap (29/4). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap (29/4). (YouTube/Sekretariat Presiden)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap sektor pertanian dan perikanan nasional.

Program ini dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani dan nelayan yang selama ini kerap menghadapi persoalan klasik berupa anjloknya harga saat panen raya.

Dalam kegiatan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), Prabowo menggambarkan kondisi sebelumnya yang sering merugikan petani.

Ia menyebut banyak hasil panen yang tidak terserap pasar hingga akhirnya rusak di kebun. Situasi tersebut membuka ruang bagi tengkulak untuk menekan harga di tingkat petani.

"Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli. Saat panen mangga, misalnya, tidak diambil hingga rusak di kebun. Panen tidak terserap, tengkulak datang dan banting harga. Tidak mungkin rakyat kita sejahtera. Sekarang kita ubah, hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar," ujar Prabowo.

Baca Juga: Kompany Minta Suporter Bayern Penuh Energi di Allianz Arena Jelang Leg Kedua

Melalui MBG, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem distribusi pangan yang lebih terstruktur. Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen stabilisasi ekonomi di tingkat akar rumput.

Permintaan bahan pangan yang konsisten untuk kebutuhan dapur MBG dinilai mampu menjaga keberlanjutan produksi petani dan nelayan.

Selain itu, Prabowo menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai desa. Kehadiran dapur MBG tersebut dinilai mampu membuka peluang kerja baru di tengah masyarakat.

Ia menyebut satu dapur dapat menyerap sekitar 50 tenaga kerja, sehingga jika target 30.000 dapur tercapai, potensi penciptaan lapangan kerja bisa mencapai 1,5 juta orang.

"Di tiap desa ada SPPG, ada dapur. Kalau ada kekurangan, kita tindak. Secara garis besar, program ini membangkitkan ekonomi. Satu dapur menciptakan 50 lapangan kerja. Jika nanti sudah berjalan 30.000 dapur, artinya 1,5 juta orang bekerja," ujar Prabowo.

Baca Juga: Strategi Baru Iran, Selat Hormuz Jadi Prioritas Diplomasi Global

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam implementasi program MBG. Evaluasi dan perbaikan disebut akan terus dilakukan agar manfaat yang dihasilkan semakin optimal dan merata.

Dari sisi jangkauan, program MBG telah menunjukkan skala yang signifikan. Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat mencapai 61.239.037 orang, dengan mayoritas merupakan siswa sekolah sebanyak 49.057.682 orang.

Angka tersebut menjadikan MBG sebagai salah satu program pemenuhan gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.

Baca Juga: Arsenal Ditahan Atletico Madrid 1-1, Penentuan Lolos ke Final Liga Champions di Emirates

Prabowo juga menekankan bahwa capaian ini telah menarik perhatian dunia internasional. Ia mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan kemampuan bangsa sendiri dalam menjalankan program berskala besar.

"Saudara-saudara, kita jangan jadi bangsa yang rendah diri. Banyak negara sekarang belajar MBG dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kekayaan negara dapat kembali dirasakan oleh rakyat melalui berbagai program strategis. MBG disebut sebagai salah satu langkah konkret dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.

"Kita sudah menghasilkan MBG (untuk) puluhan juta (orang). Dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan, tapi kita sudah merasakan manfaatnya," ujar Prabowo.

Editor : Bayu Shaputra
#Makan Bergizi Gratis #petani #nelayan #Prabowo Subianto