Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Serapan Pupuk Subsidi Baru 23 Persen, Dispertangan Ungkap Penyebabnya!

Ahmad Rifa'ie • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:33 WIB
PEGANG WADAH: Seorang petani pasca melakukan pemupukan di lahan pertaniannya di Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan, Selasa (5/5). (Ahmad Rifa
PEGANG WADAH: Seorang petani pasca melakukan pemupukan di lahan pertaniannya di Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan, Selasa (5/5). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo mencatat serapan pupuk subsidi pada periode musim tanam pertama (MT1) masih mencapai 23 persen. Data tersebut dihitung sejak Januari hingga Maret 2026, dengan total serapan sebesar 31.442 ton.

Kepala Dispertangan Situbondo, Qurratul Aini menerangkan, rendahnya serapan pupuk subsidi dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya pola tanam petani yang belum merata serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, peningkatan penggunaan pupuk organik juga turut memengaruhi penyerapan pupuk subsidi. Meski demikian, kondisi tersebut masih dinilai dalam kategori normal. “Pada masa tanam satu (MT1) 2026, pupuk subsidi jenis urea yang terserap mencapai 1.971 ton dari total alokasi tahun 2026 sebesar 31.442 ton,” katanya, Selasa (5/5).

Qurratul Aini menjelaskan, selain pupuk urea dan NPK, pupuk organik subsidi juga terserap sebesar 10,64 persen atau sekitar 13 ton dari total alokasi 219 ton. Sementara itu, pupuk jenis ZA terserap sebesar 7,50 persen atau sebanyak 55 ton dari alokasi 289 ton. “Serapan pupuk subsidi sejak awal Januari hingga akhir Maret 2026 masih terpantau normal, meskipun pupuk organik mengalami peningkatan serapan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pupuk subsidi jenis NPK dari pemerintah pusat terserap sekitar 26,22 persen atau setara dengan 1.824 ton dari total alokasi 26.990 ton. “Untuk pupuk NPK, serapannya mencapai 26,22 persen atau sekitar 1.824 ton dari alokasi 26.990 ton,” ungkapnya.

Qurratul Aini juga menyebutkan, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 meliputi urea sebanyak 31.442 ton, NPK 26.990 ton, ZA 289 ton, serta pupuk organik sebesar 219 ton. “Pada tahun ini, kami menargetkan seluruh alokasi pupuk subsidi dapat terserap maksimal atau mencapai 100 persen,” ujarnya.

Disebutkan, Pemkab Situbondo pada 2026 menargetkan perluasan lahan tanam padi menjadi 65.000 hektare untuk mendukung swasembada pangan. Hal ini diharapkan mampu menjaga produksi pangan daerah, mengingat pada 2025 Situbondo mengalami surplus produksi. “Perluasan lahan tersebut juga mencakup optimalisasi lahan nonproduktif agar dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian produktif,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pupuk subsidi situbondo #petani