RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia saat ini berada dalam kondisi kuat di tengah tekanan global yang memicu kekhawatiran banyak negara.
Situasi dunia yang diwarnai krisis pangan dan energi disebut belum memberikan dampak besar terhadap Indonesia karena kemampuan nasional dalam menjaga ketahanan pangan.
Dalam keterangannya di Gorontalo, Sabtu (9/5), Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak berada dalam situasi panik seperti sejumlah negara lain.
Menurut dia, langkah menuju swasembada pangan menjadi fondasi penting yang membuat kondisi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
“Kita akan bangun seluruh negara, kita berada dalam keadaan kuat. Banyak negara panik, kita tidak panik. Kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita swasembada BBM, kita tidak akan impor BBM lagi,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Marc Marquez Absen di MotoGP Prancis dan Catalunya, Fokus Pemulihan Cedera
Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong percepatan swasembada energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang menjadi negara maju karena didukung kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan kemampuan mengelola sumber daya secara mandiri dan bertanggung jawab agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai. Harus kita kelola dengan baik,” jelasnya.
Prabowo menilai pengelolaan sumber daya alam menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Ia mengingatkan agar kekayaan Indonesia tidak dikuasai pihak asing akibat lemahnya tata kelola maupun kepemimpinan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Baca Juga: Hector Souto Bangga Timnas Futsal Indonesia Naik ke Ranking 14 Dunia FIFA
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya integritas para pemimpin dalam menjaga kekayaan negara. Menurut dia, sikap tidak jujur dan kelalaian dalam memimpin dapat membuat potensi besar Indonesia justru dimanfaatkan bangsa lain.
“Kalau kita malas, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak jujur atau seenaknya, maka kekayaan kita akan diambil oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.
Editor : Bayu Shaputra