RADARSITUBONDO.ID - Polemik penjurian Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat mendapat perhatian serius dari MPR RI.
Melalui Sekretariat Jenderal MPR RI, lembaga tersebut menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus penelusuran internal terkait dinamika penilaian yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sorotan publik mencuat setelah muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta dalam salah satu sesi lomba. Situasi itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat hingga pihak sekolah peserta yang terlibat dalam kompetisi tersebut.
Baca Juga: Libur Kenaikan Yesus Kristus, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Empat Hari
Dalam pernyataan resminya, MPR RI menyebut pihaknya memperhatikan berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI memperhatikan perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” tulis pernyataan resmi tersebut, Selasa (12/1).
Sekretariat Jenderal MPR RI juga menegaskan panitia pelaksana kini tengah melakukan penelusuran internal mengenai proses penilaian jawaban peserta yang menjadi perhatian publik.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian peserta jawaban pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Mei 2026 Turun Serentak! K24 Jadi Sorotan, Mending Beli atau Jual?
LCC Empat Pilar MPR RI selama ini dikenal sebagai salah satu sarana edukasi kebangsaan bagi pelajar. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pelaksanaan lomba yang rutin digelar di berbagai daerah itu juga menjadi ruang pengembangan karakter sekaligus pendidikan wawasan kebangsaan bagi peserta didik.
MPR RI memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan berjalan lebih baik. Evaluasi itu mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola perizinan dalam perlombaan.
“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis pernyataan itu.
Selain melakukan evaluasi, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba. Ucapan penghargaan diberikan kepada peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah, hingga masyarakat yang dinilai memiliki perhatian terhadap pendidikan kebangsaan.
Baca Juga: Napoli Gagal Kunci Tiket Liga Champions Usai Dikalahkan Bologna di Kandang
MPR RI menilai berbagai masukan yang berkembang di masyarakat akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menjaga kualitas kegiatan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang edukatif dan berintegritas.
Sekretariat Jenderal MPR RI turut mengimbau seluruh pihak tetap menjaga suasana kondusif serta menghormati seluruh peserta didik yang mengikuti perlombaan tersebut.
Di sisi lain, akun resmi SMAN 1 Pontianak turut mengunggah pernyataan resmi berisi konfirmasi dan klarifikasi kepada penyelenggara LCC 4 Pilar Kalimantan Barat.
Dalam unggahan itu, pihak sekolah menyoroti adanya kesamaan substansi jawaban antara tim mereka dengan tim SMAN 1 Sambas, namun hanya satu jawaban yang dinyatakan benar oleh dewan juri.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 12 Mei 2026 Jatuh Serentak! Antam, UBS, Galeri 24 Kompak Turun dari Kemarin
SMAN 1 Pontianak juga menilai terdapat dugaan kurangnya fokus dewan juri dalam proses penilaian. Kondisi tersebut dianggap berpotensi memengaruhi objektivitas hasil perlombaan.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menyinggung adanya indikasi penggunaan hubungan kuasa oleh dewan juri tanpa proses konfirmasi maupun klarifikasi yang dianggap memadai sebelum keputusan ditetapkan.
“Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban,” tulis pernyataan tersebut.
Melalui pernyataan itu, SMAN 1 Pontianak meminta penyelenggara memberikan penjelasan resmi terkait temuan yang mereka sampaikan. Mereka juga meminta dasar pengambilan keputusan dewan juri dijelaskan secara terbuka dan transparan.
Selain itu, pihak sekolah mendorong adanya evaluasi terhadap sistem penilaian demi menjaga integritas serta sportivitas pelaksanaan LCC 4 Pilar di masa mendatang.
Editor : Bayu Shaputra