Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BGN Minta SPPG Maksimalkan Layanan 3B dalam Dua Pekan atau Kena Suspend

Bayu Shaputra • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi dapur MBG.
Ilustrasi dapur SPPG.

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mampu memenuhi target penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B di wilayah kerjanya. 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, kebijakan suspend diterapkan untuk memastikan seluruh pelaksana program tetap fokus pada upaya peningkatan gizi masyarakat, khususnya kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi cepat.

“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegas Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangannya, dikutip Selasa (12/5).

Baca Juga: El Clasico Memanas, Unggahan Kylian Mbappe Saat Real Madrid Kalah dari Barcelona Picu Kemarahan Fans

Menurut dia, seluruh SPPG kini diberikan waktu dua minggu untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat kelompok 3B di wilayah masing-masing. BGN menilai percepatan tersebut penting dilakukan untuk mendukung target penurunan angka stunting nasional yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Program MBG selama ini diarahkan sebagai salah satu strategi memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Namun dalam pelaksanaannya, BGN melihat cakupan penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih belum optimal di sejumlah daerah.

Nanik mengungkapkan, capaian penerima manfaat saat ini masih berada di kisaran 9 juta orang. Sementara berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah sasaran yang harus dijangkau mencapai sekitar 22 juta hingga 26 juta penerima manfaat.

“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini 12 Mei 2026 Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Jakarta Selatan dan Timur

Kondisi tersebut membuat BGN melakukan penyesuaian fokus program agar pelayanan pemenuhan gizi dapat lebih diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan penanganan segera.

Pemerintah menilai langkah itu diperlukan agar manfaat program MBG benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang masuk kategori rawan stunting dan kekurangan gizi.

Selain itu, seluruh pengelola SPPG juga diminta aktif melakukan pendataan penerima manfaat di wilayah masing-masing. Optimalisasi layanan dinilai menjadi kunci untuk memperluas cakupan distribusi makanan bergizi sekaligus mempercepat pemerataan layanan gizi nasional.

BGN berharap peningkatan jumlah penerima manfaat kelompok 3B dapat tercapai dalam waktu singkat sehingga target perbaikan kualitas gizi masyarakat berjalan lebih efektif.

Fokus terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga dinilai penting karena kelompok tersebut menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting sejak dini.

Editor : Bayu Shaputra
#3B #SPPG #BGN #Program MBG