RADARSITUBONDO.ID – Sebanyak 749 pohon bonsai berbagai jenis dan karakter dipamerkan dalam Pameran dan Kontes Bonsai Tingkat Nasional Kapolres Cup yang digelar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Situbondo di Alun-Alun Kota, Sabtu (16/5). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Menariknya, peserta yang mengikuti ajang tersebut tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari luar pulau hingga luar negeri. Salah satu peserta bahkan datang dari Malaysia.
Acara pembukaan yang berlangsung meriah itu dihadiri langsung Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Ketua Koordinator Wilayah PPBI Jawa Timur Antok Mitraland, serta Ketua PPBI Cabang Situbondo Rudi Bagus Hermawan.
Tingginya antusiasme peserta dinilai menjadi bukti bahwa Situbondo mulai diperhitungkan sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event bonsai berskala nasional. Sebanyak 749 pohon bonsai dari berbagai komunitas dan perkumpulan dipamerkan dalam ajang tersebut.
“Alhamdulillah, selain peserta dari seluruh Jawa Timur, ada juga peserta dari Kalimantan Selatan dan satu peserta dari Malaysia,” kata Ketua Panitia Cahya Mulyadi.
Menurut Cahya, keberhasilan pelaksanaan kontes tahun ini dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan pameran bonsai dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Kontes nasional tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antar komunitas bonsai.
“Semoga ke depan ada jenjang pameran yang lebih besar lagi setelah masyarakat mengetahui dan antusias terhadap bonsai,” imbuhnya.
Cahya menambahkan, pameran bonsai ini bukan sekadar ajang pamer seni tanaman, melainkan juga sarana yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Dia optimistis jumlah pengunjung akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Hari ini dilaksanakan pembukaan sekaligus penetapan para juara kontes bonsai,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang seni bonsai sekaligus memperkenalkan Situbondo lebih luas kepada daerah lain. “Harapan kami, Situbondo bisa dikenal sebagai daerah yang mampu mengadakan event nasional di bidang bonsai dan masyarakat juga semakin mengenal seni bonsai,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, pameran bonsai tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli. “Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Kapolres Cup ini menjadi bagian dari upaya mendorong wisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Situbondo,” katanya.
Bayu menjelaskan, peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Bali, Madura, Kalimantan Selatan hingga Malaysia. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadikan ajang ini sebagai salah satu event bonsai terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Situbondo. “Pameran ini menjadi salah satu upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui kolaborasi bersama komunitas,” bebernya.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa merawat bonsai memiliki filosofi yang hampir sama dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yakni membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan dilakukan secara berkelanjutan. “Karena itu, kami menggandeng seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menciptakan situasi Situbondo yang aman dan kondusif,” katanya.
Dia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Banyaknya peserta dan pengunjung dari luar daerah dinilai dapat membantu menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, hingga pariwisata. “Kami berharap ada multiplier effect bagi ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya peserta dari luar daerah bahkan luar negeri, tentu akan berdampak pada geliat ekonomi dan pariwisata Situbondo,” ujarnya.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah turut menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga mesin penggerak ekonomi baru bagi daerah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap Situbondo semakin dikenal luas dan mampu menjadi pusat kegiatan seni serta kreativitas masyarakat. Ini menjadi bukti Situbondo mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, serta UMKM lokal,” ujar Ulfiyah.
Ulfiyah menambahkan, ratusan bonsai unggulan yang dipamerkan, seperti jenis santigi, serut, beringin, hingga berbagai tanaman hias bernilai tinggi lainnya merupakan hasil perawatan telaten selama bertahun-tahun dan siap dinilai oleh dewan juri nasional. “Selain area pameran, acara ini juga diramaikan oleh stan produk UMKM dan kuliner lokal,” tambahnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono