RADARSITUBONDO.ID - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengecam tindakan militer Israel yang mencegat serta menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan di wilayah konflik.
Para jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Ketiganya diketahui berada dalam armada misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan sekaligus menyuarakan kondisi warga sipil di Gaza.
Baca Juga: Cara Unik Kapolres Situbondo Rangkul Gen Z, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie Andalkan Konten Kreatif
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan mendalam atas kabar yang menimpa para jurnalis Indonesia tersebut.
Ia menegaskan bahwa keselamatan insan pers harus menjadi perhatian utama di tengah situasi konflik bersenjata yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," kata Meutya Hafid.
Ia menilai kehadiran jurnalis dalam misi kemanusiaan memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik internasional. Karena itu, menurutnya, para pekerja media harus mendapatkan penghormatan serta ruang aman dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Baca Juga: Permintaan Membludak! Harga Sapi Kurban Tembus Rp 40 Juta Jelang Idul Adha
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah diplomatik yang dilakukan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memastikan perlindungan warga negara Indonesia yang ikut dalam misi tersebut.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya terdapat 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan aparat Israel. Beberapa kapal yang disebut berada dalam armada tersebut antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi. Kondisi awak kapal dan status para relawan kemanusiaan di dalamnya juga belum diketahui secara pasti. Situasi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan para peserta misi yang sedang menuju Gaza di tengah meningkatnya konflik kemanusiaan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Senar Layangan Makan Korban Lagi, Warga Besuki Alami Luka Sayatan di Hidung
Meutya Hafid memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi. Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang berada dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.
"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," katanya.
Baca Juga: Laka Beruntun di Jangkar Tewaskan Pencari Rumput, Sopir Truk Tangki Terjepit Dasbor
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI telah menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman untuk menyiapkan langkah pelindungan serta proses pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan.
Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan terbaru terkait misi kemanusiaan menuju Gaza tersebut. Upaya diplomatik disebut menjadi langkah utama untuk memastikan keselamatan para relawan dan jurnalis Indonesia yang hingga kini masih berada dalam situasi tidak menentu.
"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," demikian Meutya Hafid.
Editor : Bayu Shaputra