Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dua Jurnalis Republika dan Tujuh WNI Tiba di Indonesia Usai Ditahan Tentara Israel

Bayu Shaputra • Senin, 25 Mei 2026 | 08:24 WIB
Sejumlah relawan aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla asal Indonesia bertemu dengan keluarganya saat mereka tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/05/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Sejumlah relawan aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla asal Indonesia bertemu dengan keluarganya saat mereka tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/05/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Dua jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah dan Bambang Noroyono alias Abeng, akhirnya kembali ke Indonesia bersama tujuh warga negara Indonesia (WNI) lainnya setelah sempat ditahan tentara Israel saat mengikuti aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).

Mereka tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5), dan disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah AK Alsattari.

Selain dua jurnalis Republika tersebut, rombongan yang tiba di Tanah Air terdiri atas Andre Prasetyo Nugrono dari TV Tempo, Rahendro Herubowo yang merupakan mantan jurnalis iNews, serta lima aktivis kemanusiaan yakni Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasono, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.

Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Senin Petang

Sebelumnya, sembilan WNI itu mengikuti pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang bertujuan memberikan dukungan solidaritas bagi warga Palestina.

Namun, perjalanan mereka dihentikan oleh militer Israel di perairan internasional pada Senin (18/5). Setelah melalui proses penahanan, seluruh WNI akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Setibanya di Jakarta, Thoudy Badai mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali dalam keadaan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga. Sambutan hangat dari kerabat dan rekan-rekan turut mewarnai kepulangan mereka di bandara.

“Alhamdulillah senang, intinya kami dan sembilan warga negara Indonesia sudah kembali ke Jakarta,” kata Thoudy dikutip dari JawaPos.

Baca Juga: Sejarah Kurs Dolar vs Rupiah dari Era Soekarno hingga Prabowo: Perjalanan 80 Tahun Mata Uang Garuda

Meski telah kembali dengan selamat, Thoudy mengaku dirinya bersama sejumlah relawan lain mengalami berbagai bentuk kekerasan selama menjalani masa penahanan.

Namun demikian, ia menilai apa yang dialaminya tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami ribuan tahanan Palestina.

Menurut dia, kekerasan seperti pemukulan, penendangan hingga penyetruman yang dialami para relawan kemanusiaan masih jauh lebih ringan dibanding perlakuan yang diterima warga Palestina di pusat-pusat penahanan Israel. Ia menyoroti banyaknya perempuan, anak-anak, hingga ibu hamil yang turut menjadi korban.

“Apa yang saya alami itu, dan teman-teman alami kekerasan yang dilakukan oleh zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh 9.000 tahanan Palestina yang kebanyakan itu anak-anak, ibu-ibu, ibu hamil dan bisa mendapatkan kasih sayang yang lebih parah daripada apa yang kita alami,” ungkapnya.

Baca Juga: Satpolairud Situbondo Razia Kapal Jaring di Panarukan, Diduga Langgar Jalur Tangkap

Pengalaman tersebut, lanjut Thoudy, semakin menguatkan keyakinannya mengenai pentingnya solidaritas internasional untuk Palestina. Ia berharap dukungan masyarakat dunia terhadap isu kemanusiaan di Palestina terus disuarakan agar perjuangan rakyat Palestina mendapatkan perhatian lebih luas.

“Jadi kami harap semua masyarakat di dunia tetap mendukung, tetap menyuarakan isu-isu Palestina karena begitu bisa mendorong Palestina untuk merdeka,” harapnya.

Thoudy juga memastikan bahwa pengalaman yang baru saja dilaluinya tidak akan menghentikan komitmennya dalam menyuarakan isu kemanusiaan Palestina. Menurut dia, perjuangan kemanusiaan harus terus dilanjutkan.

"Ya kita lihat nanti karena tetap, prospek ya isu Palestina harus tetap disuarakan," imbuhnya.

Baca Juga: Allano Lima Beri Kode Tinggalkan Persija Jakarta Usai Super League 2025/2026 Berakhir

Hal senada disampaikan Bambang Noroyono alias Abeng. Jurnalis desk hukum Republika itu mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia dan bertemu keluarga setelah melewati situasi yang membahayakan keselamatannya.

“Syukur alhamdulillah bisa ketemu keluarga, karena ini tetap melanjutkan perjuangan bersama tentang memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina, hak-hak warga Gaza,” ujar Abeng.

Abeng mengatakan kondisi kesehatannya kini mulai membaik meski masih merasakan dampak fisik akibat kekerasan selama masa penahanan. Ia menyebut masih ada bekas luka dan benturan yang terasa di tubuhnya. Bahkan, beberapa rekannya disebut mengalami cedera yang lebih serius.

"Kondisi saya sudah enggak terlalu khawatir lagi. Masih ada bekas benturan yang masih kerasa, tapi lambat laun akan menghilang. Luka juga masih ada. Ada beberapa teman yang harus diperhatikan, mengalami retak di bagian dalam tulang," tutupnya.

Editor : Bayu Shaputra
#IDF #Global Sumud Flotilla #jurnalis Republika #Thoudy Badai #Bambang Noroyono