BGN Luncurkan Aplikasi Review Menu MBG untuk Awasi Kualitas Makanan Bergizi Gratis

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 25 Mei 2026 | 11:04 WIB
Sekelompok siswa sedang mengangkut MBG.
Sekelompok siswa sedang membawa MBG.

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan kualitas dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan aplikasi Review Menu MBG atau Organoleptik. Sistem ini disiapkan untuk meningkatkan pengawasan mutu makanan yang diterima para penerima manfaat secara langsung dari lapangan.

Melalui aplikasi tersebut, BGN melibatkan pihak penerima manfaat dalam proses evaluasi kualitas makanan yang didistribusikan dalam program MBG. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari penguatan pengawasan eksternal agar kualitas makanan tetap terjaga selama proses distribusi berlangsung.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan penilaian dilakukan segera setelah paket makanan diterima oleh penerima manfaat di sekolah maupun posyandu.

Baca Juga: Como 1907 Lolos Liga Champions Usai Bantai Cremonese 4-1 di Pekan Terakhir Serie A

Pengguna aplikasi berasal dari kelompok penerima manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk sekolah serta kepala posyandu atau Kaposyandu. Mereka diberikan akses untuk memberikan penilaian terhadap makanan berdasarkan sejumlah parameter yang telah tersedia dalam sistem.

“Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (24/5), dikutip dari Jawapos.

Dalam aplikasi itu, terdapat sejumlah indikator penilaian yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan MBG. Penilaian mencakup ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang diterima penerima manfaat.

Dengan sistem tersebut, proses evaluasi dinilai dapat berjalan lebih cepat dan terukur karena laporan langsung masuk ke dashboard pemantauan secara real time.

Baca Juga: Dua Jurnalis Republika dan Tujuh WNI Tiba di Indonesia Usai Ditahan Tentara Israel

Berdasarkan data Dashboard Review Menu MBG hingga Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah diterima dari berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak dikonsumsi. Sementara itu, hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak dikonsumsi.

Data pengawasan juga menunjukkan ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen. Sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal, sedangkan 35 laporan lainnya mencatat adanya keterlambatan distribusi.

Dari sisi kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak dalam 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Adapun pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan sesuai standar dan layak diterima.

Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Senin Petang

Sementara itu, penilaian terhadap rasa makanan menunjukkan hasil positif. Sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menyatakan rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat program.

Sony mengatakan pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari langkah sistematis untuk mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut dia, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal melalui peningkatan kesadaran para pelaksana program, tetapi juga diperkuat dengan melibatkan penerima manfaat secara langsung.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima ikut manfaat terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sonjaya.

Ia menambahkan, keterlibatan guru dan Kaposyandu dalam proses evaluasi diharapkan dapat meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi sistem deteksi dini apabila ditemukan potensi persoalan dalam distribusi maupun kualitas makanan.

Baca Juga: Sejarah Kurs Dolar vs Rupiah dari Era Soekarno hingga Prabowo: Perjalanan 80 Tahun Mata Uang Garuda

Melalui penguatan sistem pengawasan tersebut, BGN berharap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus terjaga.

Selain itu, keterlibatan penerima manfaat juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : Jawa Pos
Aplikasi Review MBG program Makan Bergizi Gratis BGN