RADARSITUBONDO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (1/6).
Kondisi atmosfer yang berkembang di berbagai kawasan diperkirakan mendukung pembentukan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya cuaca signifikan di sejumlah kota besar.
Baca Juga: Warga Kalianget Geruduk Polres Situbondo, Ketakutan Usai Dengar 3 Kali Tembakan Saat Konflik HGU
Prakirawan BMKG W Annisa L menjelaskan bahwa secara umum terdapat sejumlah daerah konvergensi yang membentang di berbagai wilayah perairan dan daratan Indonesia.
Pola tersebut terpantau memanjang dari Laut Natuna Utara menuju Laut Cina Selatan, kemudian di kawasan Samudra Pasifik bagian utara Papua Nugini, serta melintasi sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.
Keberadaan daerah konvergensi tersebut dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya. Kondisi ini terjadi akibat pertemuan massa udara yang memicu pengangkatan udara ke lapisan atmosfer lebih tinggi sehingga mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas yang beragam.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, sejumlah kota besar diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Kondisi tersebut juga dapat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Wilayah yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Serang, Bandung, Banjarmasin, Ternate, Ambon, dan Nabire.
Selain wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat, BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan terjadi di sejumlah kota besar lainnya.
Kondisi tersebut diprediksi terjadi di Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, serta Merauke.
Sementara itu, beberapa kota besar diperkirakan tidak mengalami hujan signifikan dan didominasi kondisi berawan sepanjang hari.
Wilayah yang masuk dalam kategori ini antara lain Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Kendari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini, terutama bagi warga yang berada di daerah dengan potensi hujan lebat.
Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat berpotensi memicu genangan, gangguan aktivitas transportasi, hingga menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Oknum TNI AL di Situbondo Aniaya Pemuda 19 Tahun hingga Babak Belur
Selain mengeluarkan prakiraan cuaca harian, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran nasional.
Peringatan tersebut ditujukan khusus kepada pengguna jasa transportasi laut, operator kapal, nakhoda, hingga nelayan tradisional yang beraktivitas di wilayah perairan Indonesia.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo meminta seluruh pihak yang berkepentingan di sektor pelayaran untuk memperhatikan batas aman operasional kapal selama periode 30 Mei hingga 2 Juni 2026.
Langkah tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko yang dapat muncul akibat kondisi cuaca dan gelombang laut yang kurang bersahabat.
BMKG memperkirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia dapat mencapai empat meter. Ketinggian gelombang tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran apabila tidak diantisipasi dengan baik oleh para pelaku transportasi laut maupun masyarakat yang beraktivitas di laut.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran."
Karena itu, BMKG kembali mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di wilayah perairan.
Nelayan tradisional, operator kapal penumpang, hingga pengelola transportasi laut diharapkan memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan pelayaran.
Editor : Bayu Shaputra