Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mulai 1 Juni 2026, Harga Avtur di Bandara Indonesia Turun hingga 10 Persen

Bayu Shaputra • Senin, 1 Juni 2026 | 09:27 WIB
Ilustrasi petugas sedang mengisi avtur ke pesawat terbang. (JawaPos)
Ilustrasi petugas sedang mengisi avtur ke pesawat terbang. (JawaPos)

 

RADARSITUBONDO.ID - PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga bahan bakar pesawat atau avtur rata-rata hingga 10 persen secara nasional mulai 1 Juni 2026.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah mendukung konektivitas angkutan udara, memperkuat daya saing industri penerbangan, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi untuk sektor transportasi udara.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penyesuaian harga avtur dilakukan di seluruh bandar udara yang dilayani perusahaan.

Kebijakan itu sejalan dengan perkembangan harga energi global yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren penurunan.

"Dalam rangka mendukung konektivitas udara nasional, menjaga daya saing industri penerbangan, serta memastikan keberlanjutan penyediaan energi sektor transportasi udara, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga avtur domestik yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (31/5), dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Warga Kalianget Geruduk Polres Situbondo, Ketakutan Usai Dengar 3 Kali Tembakan Saat Konflik HGU

Menurut Roberth, secara rata-rata nasional harga avtur pada periode Juni 2026 mengalami penurunan hingga 10 persen dibandingkan harga yang berlaku pada Mei 2026.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat memberikan ruang efisiensi bagi pelaku industri penerbangan yang selama ini menghadapi dinamika biaya operasional.

Beberapa bandara utama di Indonesia juga mencatat penurunan harga avtur yang cukup signifikan.

Di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta, harga avtur turun dari Rp24.580 per liter menjadi Rp22.190 per liter. Sementara di AFT Ngurah Rai, Bali, harga avtur turun dari Rp26.190 per liter menjadi Rp23.480 per liter.

Penyesuaian serupa juga terjadi di AFT Kualanamu, Sumatera Utara. Harga avtur yang sebelumnya berada di level Rp25.720 per liter kini menjadi Rp23.090 per liter. Meski demikian, besaran penurunan harga tidak sama di setiap bandara karena mempertimbangkan sejumlah faktor teknis.

"Besaran penurunan di setiap bandara bervariasi sesuai formula yang berlaku serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik," sebutnya.

Roberth menjelaskan bahwa penyesuaian harga avtur merupakan mekanisme yang dilakukan secara berkala setiap bulan. Proses perhitungan harga mengacu pada ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan rata-rata harga publikasi internasional dalam satu periode.

Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Oknum TNI AL di Situbondo Aniaya Pemuda 19 Tahun hingga Babak Belur

Dalam penetapan harga tersebut, Pertamina menggunakan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet yang selama ini menjadi salah satu acuan harga bahan bakar penerbangan di kawasan regional. Perubahan harga energi global yang terjadi selama Mei 2026 kemudian tercermin pada harga avtur yang berlaku pada Juni 2026.

Menurutnya, mekanisme tersebut dijalankan secara transparan dan mengikuti perkembangan pasar energi internasional. Selain itu, penyesuaian harga juga dilakukan dengan mengacu pada formula yang telah ditetapkan regulator, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga avtur sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Roberth.

Ia menambahkan, kebijakan penurunan harga avtur tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pasokan dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa penerbangan.

Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial dan kebutuhan sektor transportasi udara nasional.

Baca Juga: Willy Klaim Jadi Kunci Masuknya Investor Asing ke Situbondo, Sebut Konflik Tampora Dipicu Segelintir Warga

Penyesuaian harga yang lebih kompetitif diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik. Selain membantu efisiensi operasional maskapai, kebijakan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung pengembangan sektor pariwisata dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Indonesia.

"Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Dengan biaya bahan bakar yang lebih rendah, industri penerbangan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan layanan dan memperluas konektivitas ke berbagai daerah.

Dampak lanjutan dari meningkatnya aktivitas penerbangan juga diyakini dapat mendorong pergerakan ekonomi di sejumlah wilayah yang bergantung pada akses transportasi udara.

Untuk segmen penerbangan internasional, Pertamina tetap menerapkan kebijakan harga yang mengikuti perkembangan pasar serta tingkat persaingan di kawasan regional. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga daya saing sektor penerbangan nasional di tengah dinamika industri aviasi global.

Baca Juga: Kevin Diks dan Emil Audero Tiba di Jakarta, Siap Perkuat Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik

Meski demikian, pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pasokan energi penerbangan. Pertamina memastikan distribusi avtur dilakukan secara optimal untuk mendukung operasional penerbangan di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 Aviation Fuel Terminal (AFT) yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan tersebut mencakup bandara-bandara utama yang menjadi pusat mobilitas nasional maupun bandara perintis yang berperan penting dalam membuka akses transportasi ke wilayah terpencil.

"Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan aviation fuel terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional," sebut Roberth.

Editor : Bayu Shaputra
#Hargaa Avtur #pesawat #penerbangan #pertamina