Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Seskab Teddy Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Seremonial, Sebut Banyak Hasil Nyata untuk Indonesia

Bayu Shaputra • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:32 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Istimewa)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Istimewa)

 

RADARSITUBONDO.ID - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara selama satu setengah tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah capaian konkret yang berdampak langsung terhadap kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons anggapan yang menyebut aktivitas diplomasi Presiden hanya bersifat seremonial tanpa manfaat nyata.

Baca Juga: Pasang Atap KDMP di Situbondo, Pekerja Asal Malang Tewas Jatuh dari Ketinggian

Menurut Teddy, berbagai hasil yang telah dicapai menunjukkan bahwa diplomasi yang dijalankan pemerintah memiliki dampak strategis di berbagai sektor. Ia menilai penilaian yang menyebut kunjungan luar negeri Presiden hanya bertujuan untuk pencitraan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

"Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," ujarnya.

Teddy menjelaskan, salah satu pencapaian penting yang berhasil diraih melalui diplomasi internasional adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS.

Keikutsertaan Indonesia dalam kelompok negara berkembang tersebut dinilai memberikan manfaat dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak serta membantu mempertahankan harga BBM subsidi di tengah ketidakpastian ekonomi dan krisis global yang masih berlangsung.

Selain itu, pemerintah juga mencatat keberhasilan dalam memperluas akses pasar ekspor nasional. Sejak 2025, Indonesia disebut telah memperoleh tarif ekspor sebesar 0 persen ke 25 negara di kawasan Uni Eropa.

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk Indonesia untuk bersaing di pasar internasional sekaligus memperkuat kinerja perdagangan luar negeri.

Baca Juga: Ngaku TNI, Oknum Prada AL di Situbondo Diduga Aniaya Penjual Motor hingga Gigi Copot

Dari sektor ekonomi, Teddy memaparkan bahwa realisasi investasi yang masuk ke Indonesia selama satu setengah tahun terakhir mencapai Rp2.430 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan arah kebijakan pemerintah.

Capaian tersebut juga diperkuat oleh hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu.

Dalam lawatan tersebut, pemerintah memperoleh tambahan komitmen investasi senilai Rp575 triliun yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis.

Di bidang pertahanan, Teddy menyebut kerja sama internasional yang dijalin pemerintah telah berkontribusi terhadap penguatan alat utama sistem persenjataan nasional.

Indonesia kini menjalin kemitraan dengan sejumlah negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris, guna memperkuat kapasitas pertahanan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Baca Juga: Situbondo Kekurangan 461 Guru, DPRD Desak Pemkab Segera Ajukan Formasi ke Kementerian

Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pertahanan, diplomasi Presiden juga disebut memberikan manfaat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Hubungan yang terjalin dengan Arab Saudi memungkinkan terciptanya kerja sama strategis yang mendukung kelancaran pelayanan jamaah haji Indonesia.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah rencana kepemilikan perkampungan haji bagi jamaah Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan.

Dalam isu kemanusiaan internasional, pemerintah juga menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara, pengoperasian kapal rumah sakit, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal di Makkah, Sempat Keluhkan Nyeri Dada dan Dirawat

Menanggapi kritik terkait efisiensi anggaran perjalanan luar negeri, Teddy memastikan bahwa setiap kelebihan biaya dalam kunjungan kenegaraan ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap jumlah rombongan yang menyertai Presiden dalam setiap lawatan.

Menurutnya, jumlah anggota rombongan kepresidenan saat ini telah dikurangi secara signifikan dan dibatasi hanya sekitar 50 hingga 60 orang. Jumlah tersebut disebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dinilai lebih efisien dari sisi pengeluaran negara.

Teddy juga menegaskan bahwa seluruh agenda kunjungan luar negeri maupun pertemuan bilateral dengan kepala negara lain disusun berdasarkan kebutuhan mendesak serta prioritas nasional.

Penentuan jadwal dilakukan melalui koordinasi antara Presiden dan Menteri Luar Negeri dengan mempertimbangkan kepentingan strategis Indonesia di tingkat global.

Baca Juga: PT PMMP Tetap Cicil Hak Eks Karyawan, Gugatan PHI di Situbondo Jalan Terus

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melihat hasil yang telah dicapai secara objektif dan tidak mengabaikan berbagai manfaat yang diklaim telah diperoleh melalui aktivitas diplomasi pemerintah.

Menurutnya, capaian di bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan, kemanusiaan, dan pelayanan haji menjadi bukti bahwa kunjungan luar negeri Presiden diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Editor : Bayu Shaputra
#Teddy Indra Wijaya #diplomasi #kunjungan luar negeri\ #Prabowo Subianto