Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Prabowo Sedih Program MBG Dinodai Eks Kepala BGN, Ungkap Pesan Mendiang Sumitro: Berpihaklah kepada Rakyat

Bayu Shaputra • Kamis, 4 Juni 2026 | 08:00 WIB
Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap (29/4). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengungkap perasaan pribadinya setelah tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) terseret kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di hadapan ratusan peserta forum nasional bidang gizi dan kesehatan, Prabowo mengaku sedih karena harus mencopot orang-orang yang selama ini berada dalam lingkaran kepercayaannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/6).

Baca Juga: Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk di Dunia Pagi Ini, AQI Tembus 171 dan Masuk Kategori Tidak Sehat

Menurut Prabowo, keputusan mengganti pimpinan BGN bukanlah langkah yang mudah. Sebab, mereka merupakan sosok yang sebelumnya diberi mandat besar untuk menjalankan salah satu program prioritas pemerintah.

"Hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo.

Kasus yang menyeret petinggi BGN menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan Program Makan Bergizi Gratis, program unggulan pemerintahan Prabowo yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta menekan angka stunting.

Dalam perkara tersebut, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakil kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan dugaan penyimpangan pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: Pohon Kelapa Tumbang Timpa Rumah Warga Sumberwaru Situbondo, Kerugian Capai Rp35 Juta

Meski mengakui kecewa dan sedih, Prabowo memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses hukum harus dihormati dan diserahkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang.

"Tapi yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya," ungkapnya.

Prabowo menilai jabatan yang diemban para pimpinan BGN sebelumnya merupakan amanah besar negara. Karena itu, keputusan untuk melakukan pergantian dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek secara matang.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi dugaan penyimpangan dalam program strategis nasional, termasuk yang melibatkan pejabat yang sebelumnya dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Baca Juga: Tragis! Pemotor di Situbondo Tewas Ditabrak Truk Tronton Saat Coba Mendahului

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkap alasan yang membuatnya mantap mengambil keputusan mencopot para pejabat tersebut.

Ia mengaku teringat pesan mendiang ayahnya, ekonom senior Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya agar berpihak kepada rakyat ketika menghadapi situasi sulit.

Prabowo mengatakan pesan tersebut terus membekas dan menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan penting selama memimpin pemerintahan.

"Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," kenang Prabowo mengutip pesan ayahnya.

Pesan itu, lanjut dia, menjadi kompas moral ketika harus memilih antara mempertahankan orang-orang dekat atau mengambil langkah tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Baca Juga: Konflik Lahan PT Budidaya Tampora Memanas, DPRD Situbondo Turun Tangan Mediasi Warga

Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan mengganti pimpinan BGN tidak muncul secara tiba-tiba. Langkah tersebut diawali oleh sejumlah laporan yang masuk terkait indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Setelah menerima laporan tersebut, Prabowo mengaku langsung meminta klarifikasi dan melakukan penelusuran melalui sejumlah lembaga pengawasan negara.

Ia memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta sejumlah pejabat terkait untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya.

"Jadi saudara-saudara, waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil beberapa pejabat lain. Saya tanya, 'Tolong, saya mendapat laporan tentang BGN'," kata Prabowo.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah sebelum mengambil keputusan strategis terhadap pejabat yang memimpin pelaksanaan program nasional bernilai triliunan rupiah tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
#Korupsi MBG #BGN #Dadan Hindayana #Prabowo Subianto