Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BNPB Minta Warga Pesisir 5 Provinsi Segera Evakuasi

Bayu Shaputra • Senin, 8 Juni 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.
Ilustrasi pencatatan seismograf gempa.

 

RADARSITUBONDO.ID - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu pagi (8/6) memicu peringatan dini tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung meminta masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan serta segera menjauhi kawasan pantai menuju lokasi yang lebih aman.

Gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Menyusul peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), BNPB mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap siaga menghadapi potensi dampak gelombang tsunami.

Baca Juga: Pecah Telur di Roland Garros, Alexander Zverev Raih Gelar Grand Slam Pertama

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan masyarakat di wilayah terdampak harus segera mengambil langkah antisipasi.

"Meningkatkan kewaspadaan penuh, serta secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai dengan tingkat ancaman di wilayahnya," kata Abdul Muhari, dikutip dari JawaPos.com.

BNPB juga meminta pemerintah daerah yang wilayahnya berstatus siaga untuk segera mengarahkan proses evakuasi warga. Instruksi tersebut merujuk pada hasil pemodelan tsunami BMKG yang menunjukkan sejumlah daerah berpotensi terdampak gelombang laut.

Baca Juga: Suami Bunuh Istri di Situbondo, Keluarga Ungkap Sifat Posesif dan Cemburu Berlebihan Pelaku

Wilayah berstatus siaga di Sulawesi Utara meliputi Kepulauan Sangihe dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 06.51 WIB, Kota Manado pukul 07.12 WIB, Minahasa Utara bagian utara pukul 07.12 WIB, Minahasa bagian utara pukul 07.14 WIB, Kepulauan Minahasa pukul 07.16 WIB, Minahasa Selatan bagian utara pukul 07.17 WIB, dan Bolaang Mongondow bagian utara pukul 07.22 WIB.

"Status Siaga juga berlaku untuk Gorontalo Bagian Utara dengan estimasi kedatangan gelombang pada pukul 07.26 WIB, diikuti wilayah Sulawesi Tengah yaitu Buol pukul 07.27 WIB dan Toli-Toli pukul 07.29 WIB, serta kembali ke wilayah Sulawesi Utara untuk Minahasa Utara Bagian Selatan pada pukul 07.33 WIB dan Minahasa Bagian Selatan pada pukul 07.34 WIB," bebernya.

Selain daerah siaga, BNPB mengingatkan wilayah berstatus waspada untuk tetap menjaga kesiapsiagaan. Masyarakat diminta menjauhi kawasan pantai, muara, dan tepian sungai serta menghentikan sementara aktivitas di wilayah perairan hingga situasi dinyatakan aman.

Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Kepulauan Talaud dengan estimasi kedatangan gelombang pukul 06.58 WIB, Kota Bitung pukul 07.19 WIB, Halmahera pukul 07.29 WIB, Donggala bagian utara pukul 07.42 WIB, serta Minahasa Selatan bagian selatan pukul 07.42 WIB.

"Daerah yang masuk dalam kategori Waspada ini meliputi Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 06.58 WIB, Kota Bitung pukul 07.19 WIB, Halmahera di Maluku Utara pukul 07.29 WIB, Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah pukul 07.42 WIB, serta Minahasa Selatan Bagian Selatan pukul 07.42 WIB," terang dia.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, KHR Azaim Ibrahimy Ingatkan Bahaya Perpecahan dan Pentingnya Ukhuwah Nahdliyah

Status waspada juga berlaku untuk Kota Ternate pada pukul 07.43 WIB, Kutai Timur di Kalimantan Timur pukul 07.44 WIB, Kota Tidore pukul 07.46 WIB, Bulungan pukul 08.05 WIB, dan Nunukan pukul 08.14 WIB.

Meski peringatan dini tsunami telah diterbitkan, BNPB memastikan kondisi di lapangan masih terkendali. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga di wilayah yang berpotensi terdampak.

"BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi di lapangan saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali," ucap dia.

Editor : Bayu Shaputra
#gempa bumi #tsunami #sulawesi utara #BNPB