RADARSITUBONDO.ID - Jepang dan Indonesia mulai membahas kemungkinan transfer kapal perusak kelas Asagiri kepada Jakarta. Langkah ini menjadi sinyal semakin eratnya kerja sama pertahanan kedua negara sekaligus membuka peluang penguatan armada tempur TNI Angkatan Laut (TNI AL) di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Kesepakatan untuk memulai pembahasan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo.
Seperti dilaporkan Kyodo, Senin (8/6), kedua negara sepakat membuka pembahasan teknis di tingkat pejabat guna mengkaji kemungkinan pengalihan kapal perusak tersebut.
Baca Juga: Timnas U19 Indonesia Lolos Semifinal AFF U19 2026, Australia Berpotensi Jadi Lawan Garuda Muda
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, Sjafrie menyampaikan keinginan Indonesia untuk memperdalam kerja sama di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan teknologi pertahanan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah potensi transfer kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang atau Maritime Self-Defense Force (MSDF).
Pembahasan akan dilakukan melalui kerangka kerja sama pertahanan yang baru dibentuk bulan lalu. Dalam forum tersebut, kedua negara akan mengkaji berbagai aspek teknis, mulai dari pelatihan personel, kebutuhan pemeliharaan, dukungan logistik, hingga persyaratan operasional apabila transfer kapal benar-benar direalisasikan.
Jepang dan Indonesia sejatinya telah memiliki perjanjian yang menjadi landasan hukum bagi transfer peralatan pertahanan. Kesepakatan itu memungkinkan kedua negara melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih rinci dan teknis.
Baca Juga: Cuaca Indonesia Senin 9 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang di Banyak Wilayah
Kapal perusak kelas Asagiri merupakan salah satu aset penting MSDF yang mulai beroperasi pada 1988. Kapal ini mampu mengangkut helikopter patroli serta dibekali sistem peperangan antikapal selam dan berbagai perangkat tempur untuk mendukung operasi maritim.
Dalam rekam jejak operasionalnya, kapal kelas Asagiri pernah diterjunkan dalam misi antipembajakan di perairan Somalia. Salah satu unit utama dalam kelas tersebut bahkan baru dipensiunkan pada Maret lalu, membuka peluang untuk dialihkan kepada negara mitra.
Pembahasan dengan Indonesia berlangsung di tengah semakin aktifnya Jepang menawarkan peralatan pertahanan kepada negara-negara sahabat.
Tokyo menilai kerja sama pertahanan menjadi instrumen penting untuk memperkuat stabilitas dan daya tangkal kawasan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas militer dan klaim maritim Tiongkok di sejumlah wilayah strategis.
Dorongan ekspor alutsista Jepang juga semakin kuat setelah pemerintah Tokyo merevisi aturan ekspor peralatan dan teknologi pertahanan pada April lalu.
Kebijakan baru itu melonggarkan pembatasan yang selama ini berlaku sehingga memungkinkan ekspor kapal perusak dan sistem pertahanan lainnya ke negara-negara yang memiliki perjanjian keamanan dengan Jepang.
Baca Juga: Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Tilang ETLE dan Konvensional Tetap Disiapkan
Selain Indonesia, Jepang juga sedang mempercepat pembahasan transfer kapal perusak kelas Abukuma yang telah dipensiunkan kepada Filipina. Di saat yang sama, Tokyo masih bernegosiasi dengan Selandia Baru terkait peluang ekspor fregat canggih kelas Mogami.
Editor : Bayu Shaputra