Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Muhammadiyah Desak Pembenahan Total Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Tata Kelola dan Transparansi

Bayu Shaputra • Kamis, 18 Juni 2026 | 09:05 WIB
Ilustrasi dapur MBG. (FOTO: Radar Situbondo/ AI Gen)
Ilustrasi dapur MBG. (FOTO: Radar Situbondo/ AI Gen)

 

RADARSITUBONDO.ID - Muhammadiyah mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai kritik dan dinamika yang muncul dalam pelaksanaannya.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar program strategis nasional itu tetap berjalan efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: Cuaca Indonesia Hari Ini: Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Sedang hingga Lebat, Ini Daerah Terdampak

Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin mengatakan berbagai masukan dan kritik yang berkembang harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem manajemen program di lapangan, bukan justru melemahkan komitmen terhadap pelaksanaannya.

"Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata Nurul Yamin, dikutip dari ANTARA.

Menurut dia, pemenuhan gizi bagi kelompok prasejahtera tidak dapat dipandang sekadar sebagai program penyediaan makanan. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang yang menjadi prasyarat utama dalam menciptakan SDM Indonesia yang produktif dan berdaya saing.

Baca Juga: Jemaah Haji Situbondo Pulang 24 Juni 2026, Ini Lokasi Penjemputan dan Jadwal Lengkap Tiap Klote

Dalam pengawalan Program MBG, Muhammadiyah menekankan pentingnya penerapan tiga pilar utama yang harus menjadi standar mutu pelaksanaan.

Pilar pertama adalah keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Pilar kedua berupa tata kelola yang amanah dan profesional. Sementara pilar ketiga adalah pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.

"Jadi ada tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, tata kelola amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan," kata Nurul Yamin.

Muhammadiyah juga menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan Program MBG. Dukungan tersebut akan dilakukan melalui optimalisasi jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

Keterlibatan Muhammadiyah dalam program tersebut didasarkan pada semangat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pemberdayaan masyarakat serta kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah sosial.

Baca Juga: Ahli Waris Meradang! Tanah 190 Meter Persegi Disertifikatkan Orang Lain, Panitia PTSL Disorot

BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari besarnya jumlah penerima manfaat.

Lebih dari itu, efektivitas program juga ditentukan oleh peningkatan kapasitas pengelola, pengawasan yang dilakukan secara berkala, serta transparansi penggunaan anggaran yang dibangun pemerintah.

Karena itu, Muhammadiyah menilai pembenahan tata kelola dan penguatan sistem pengawasan menjadi faktor krusial untuk memastikan Program MBG mampu mencapai tujuan utamanya, yakni menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan.

Editor : Bayu Shaputra
#SPPG #Muhammadiyah #MBG #BGN