Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Makan Bergizi Gratis Direfokuskan, 39.352 Siswa di 76 Sekolah Tak Lagi Jadi Penerima

Bayu Shaputra • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:04 WIB
Siswa SD saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (JawaPos.com)
Siswa SD saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (JawaPos.com)

 

RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penajaman sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa telah dicoret dari daftar penerima karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa secara mandiri.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan refocusing atau pemfokusan ulang program MBG agar anggaran lebih tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.

Hingga Kamis (18/6), sebanyak 39.352 siswa dari 76 sekolah terdampak kebijakan tersebut dan jumlahnya masih berpotensi bertambah seiring proses pembaruan data yang dilakukan BGN.

Baca Juga: Shin Tae-yong Tegas! Persija Jakarta Cari Pemain Berkarakter dan Kerja Keras

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah tersebut akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

"Sampai per hari ini 76 sekolah di Pulau Jawa dengan jumlah penerima manfaat 39.352 siswa itu juga akan kami efisienkan dengan memfokuskan nantinya anggaran yang tadinya untuk di situ, kita akan memfokuskan untuk program MBG kepada anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi," kata dia saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, dikutip dari JawaPos.com.

BGN juga berencana mengalihkan distribusi MBG ke sekolah lain, termasuk yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Selain itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B akan menjadi prioritas dalam distribusi program tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Bertahap, Iran dan AS Sepakati Gencatan Ketegangan 60 Hari

Menurut Agustina, data penerima manfaat masih terus diperbarui untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan.

"Nah Ibu dan Bapak semuanya, angka di atas masih terus akan kami perbaharui ya. Tadi saya sudah katakan angka itu sementara sampai dengan hari ini. Kami masih terus bekerja untuk apa ya memperbaharui kualitas data, karena data itu sangat penting untuk menjadi dasar bagi kami membuat kebijakan tentang refocusing penerima manfaat," kata dia.

BGN menyebut terdapat sejumlah indikator yang menjadi dasar evaluasi penerima manfaat MBG. Di antaranya tingkat kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi keluarga, hingga akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

Sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik dipastikan tidak lagi menjadi prioritas penerima program.

"Bagi yang secara mandiri bisa memenuhi gizinya karena kondisi-kondisi yang tadi mungkin secara ekonomi berada di desil yang tinggi itu, maka tidak akan diberikan program Makan Bergizi Gratis ini," tandas dia.

Editor : Bayu Shaputra
#Refocusing #Makan Bergizi Gratis #BGN