RADARSITUBONDO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).
Menurut dia, stok batu bara nasional untuk kebutuhan PLN dalam kondisi aman, sementara gangguan listrik lebih berkaitan dengan persoalan teknis operasional dan distribusi di internal perusahaan listrik negara tersebut.
Baca Juga: Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang 4-0
Pernyataan itu disampaikan Bahlil merespons munculnya gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah. Dia memastikan pemerintah telah menjalankan tugasnya dalam menjamin ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik.
"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman," kata Bahlil, dikutip dari ANTARA.
Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN secara nasional mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Untuk memastikan pasokan tetap terjaga, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional sebesar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun.
Dengan volume penugasan yang jauh di atas kebutuhan nasional, dia menilai tidak ada alasan untuk mengaitkan pemadaman listrik dengan persoalan pasokan bahan bakar pembangkit.
"Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," ujarnya.
Menurut Bahlil, persoalan yang terjadi berada pada aspek teknis operasional dan distribusi yang menjadi tanggung jawab PLN.
Karena itu, dia meminta perusahaan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional sekaligus memperkuat mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Bahlil mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo untuk memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin.
"Saya sudah berbicara sama Pak Dirut. Saya katakan segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, termasuk di dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat. Yang mengoperasikan listrik itu bukan Dirjen Listrik, bukan ya. Bukan kita. Kita regulasinya sementara yang melaksanakan kegiatan adalah PLN," kata dia.
Baca Juga: Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Rayhan Hannan hingga 2029, Ini Alasan Presiden Club
Dia kembali menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan fungsi regulasi dan menjamin ketersediaan pasokan energi. Oleh sebab itu, fokus penyelesaian saat ini berada pada pelaksanaan teknis di lapangan oleh PLN.
"Pemerintah sudah tegas tinggal PLN segera merealisasikannya. Segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semuanya ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra PLN.
"Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," katanya.
Editor : Bayu Shaputra