RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menyiapkan ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya di wilayah Kabupaten Situbondo, agar dapat difungsikan sebagai landasan pendaratan darurat bagi pesawat jet tempur milik TNI Angkatan Udara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa Situbondo menjadi salah satu lokasi strategis di Pulau Jawa yang dipilih untuk mendukung skenario tersebut.
Kawasan itu dinilai memiliki posisi yang penting sehingga layak dipersiapkan sebagai salah satu titik pendaratan darurat pesawat tempur apabila diperlukan dalam kondisi tertentu.
"Terus kemudian Situbondo di (Tol) Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) itu sedang kita siapkan," ujar Dody, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Aston Villa Capai Kesepakatan Pinjam Alejandro Garnacho dari Chelsea, Ada Klausul Pembelian Permanen
Menurut Dody, tidak seluruh ruas jalan tol dapat dimanfaatkan sebagai landasan pendaratan pesawat tempur.
Infrastruktur tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis yang cukup ketat agar mampu menjamin keselamatan penerbangan sekaligus mempertahankan fungsi utama jalan tol.
Salah satu syarat utama ialah tidak adanya overpass atau jembatan yang melintang di atas ruas tol yang akan digunakan.
Selain itu, konstruksi jalan harus memiliki permukaan yang relatif datar, kuat, serta mampu menahan beban pesawat tempur saat melakukan pendaratan maupun lepas landas.
Karena itu, proses penyiapan ruas Tol Prosiwangi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan semata, tetapi juga penyesuaian terhadap standar teknis yang dibutuhkan untuk mendukung operasi militer.
Apabila seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, ruas tol dapat dimanfaatkan dalam situasi darurat tanpa mengganggu aspek keselamatan.
Dody menambahkan, apabila rencana uji coba pendaratan jet tempur di ruas Tol Prosiwangi wilayah Situbondo berhasil dilaksanakan, maka hal tersebut juga akan memberikan nilai tambah terhadap status Sertifikat Laik Fungsi (SLF) jalan tol tersebut.
Baca Juga: Konflik Iran dan AS Kian Memanas, Iran Sebut Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat
Selain ruas Tol Prosiwangi di Situbondo, pemerintah juga menyiapkan ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat jet tempur.
Kedua ruas tersebut dipersiapkan untuk memperluas kesiapan infrastruktur strategis di Pulau Jawa.
Rencana tersebut muncul setelah keberhasilan pelaksanaan uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat jet tempur F-16 TNI Angkatan Udara di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
Keberhasilan uji coba itu menjadi salah satu acuan pemerintah dalam mengembangkan konsep serupa di wilayah lain.
Konsep pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat merupakan bagian dari strategi pembangunan infrastruktur yang memiliki fungsi ganda.
Selain menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, jalan tol juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertahanan negara apabila menghadapi kondisi darurat.
Baca Juga: Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Hadiah Rp895 Miliar Terancam Dipotong Pajak Amerika Serikat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pendekatan tersebut penting diterapkan di Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur ke depan perlu dirancang agar mampu melayani lebih dari satu fungsi, termasuk untuk kepentingan pertahanan nasional.
AHY menegaskan bahwa keberadaan jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat akan memperkuat sistem pertahanan di berbagai wilayah.
Dengan jaringan infrastruktur yang tersebar di sejumlah pulau, kemampuan mobilisasi alutsista dan pesawat militer dapat ditingkatkan ketika menghadapi situasi tertentu.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA