RADARSITUBONDO.ID - Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Pulau Madura, terus bertambah.
Hingga Senin dini hari (3/8), tim gabungan mencatat lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan dari kapal yang terbakar saat berlayar menuju Makassar.
Proses evakuasi masih terus dilakukan sejak insiden terjadi pada Minggu (2/8). Petugas SAR bersama unsur terkait mengerahkan berbagai kapal penyelamat untuk mengevakuasi penumpang yang berada di atas kapal maupun yang terjun ke laut demi menyelamatkan diri.
Baca Juga: 900 Pelamar Masih Menunggu, Operasional SPPG Karang Asem Situbondo Belum Juga Dipastikan
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan perkembangan terbaru terkait jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Berdasarkan laporan berkala, total korban yang telah dievakuasi mencapai 234 orang.
"Update hingga pukul 05.28 WIB, total korban terevakuasi, yakni 229 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia," tutur Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, dikutip dari JawaPos.com.
Seluruh korban dievakuasi dengan memindahkan mereka dari kapal yang terbakar ke sejumlah kapal penolong yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Selain armada penyelamat, nelayan dari Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, juga turut membantu mengevakuasi penumpang yang berada di perairan sekitar lokasi kebakaran.
Keterlibatan masyarakat pesisir menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses penyelamatan.
Sejumlah penumpang yang sempat terapung di laut berhasil diangkut menggunakan perahu nelayan sebelum dipindahkan ke kapal yang lebih besar maupun menuju daratan.
KMP Mutiara Sentosa 2 merupakan kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal tersebut melayani pelayaran reguler pada rute Surabaya-Makassar dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 jam.
Baca Juga: Tolato PG Panji Dikeluhkan Warga, Debu Hitam Masuk ke Rumah hingga Kotori Kendaraan
Menurut Nanang, laporan pertama mengenai kebakaran kapal diterima Kantor SAR Surabaya pada Minggu pagi.
Informasi awal disampaikan oleh Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak yang melaporkan adanya kapal terbakar di wilayah perairan utara Pulau Madura.
"Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya terima telepon pukul 08.24 WIB dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak bahwa ada kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Madura," imbuhnya.
Tidak lama berselang, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran juga menghubungi Kantor SAR Surabaya.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengangkut sekitar 250 penumpang mengalami kebakaran saat menjalani pelayaran menuju Makassar.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 - 07.00 WIB dan setelah itu nahkoda tidak dapat dihubungi kembali," terang Nanang.
Kepanikan penumpang saat kebakaran terjadi turut terekam dalam sejumlah video amatir yang beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan para penumpang berkumpul di atas geladak kapal sambil mengenakan jaket pelampung berwarna oranye.
Di sisi lain, asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari badan kapal dan menutupi sebagian area dek.
Dalam situasi darurat itu, beberapa penumpang memilih melompat ke laut untuk menghindari kobaran api, sementara penumpang lainnya tetap bertahan di atas kapal sembari menunggu proses penyelamatan.
Cuaca yang relatif bersahabat menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan operasi evakuasi pada hari pertama.
Tim SAR menyebut tinggi gelombang di lokasi berkisar antara 1,5 hingga 2 meter dengan kecepatan angin sekitar 17 knot, sehingga kapal-kapal penyelamat masih dapat beroperasi secara aman.
Meski sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi, penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 hingga kini masih belum diketahui.
Petugas juga belum merilis informasi lengkap mengenai manifest kapal, identitas para penumpang, maupun jumlah kru yang berada di dalam kapal saat insiden terjadi.
Proses pendataan seluruh korban masih berlangsung bersamaan dengan upaya penanganan pascakejadian. Sementara itu, aparat berwenang akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api yang memicu kebakaran di tengah pelayaran tersebut.
"Sumber api dan penyebab kebakaran belum diketahui dan akan ditangani oleh tim investigasi yang berwenang," pungkas Nanang selaku SAR Mission Coordinator.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos