RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto mendorong industri kendaraan listrik nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi motor listrik hingga mencapai 2 juta unit.
Target tersebut disampaikan setelah Prabowo mengapresiasi capaian produksi motor listrik yang telah mencapai 20 ribu unit.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menilai capaian produksi 20 ribu unit menjadi langkah awal yang perlu terus dikembangkan.
“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo dikutip dari Antara.
Baca Juga: PSG Rekrut Ferran Torres dari Barcelona, Kontrak hingga 2031
Pernyataan tersebut menunjukkan dorongan pemerintah agar industri motor listrik nasional tidak berhenti pada capaian produksi saat ini.
Pemerintah ingin kapasitas produksi terus bertambah sehingga kendaraan listrik buatan dalam negeri dapat semakin luas digunakan masyarakat.
Prabowo juga meminta dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat perkembangan industri motor listrik nasional.
Salah satunya melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara yang diharapkan dapat ikut mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
Dukungan tersebut dinilai penting karena peningkatan produksi motor listrik tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang dibuat, tetapi juga membutuhkan ekosistem pendukung yang mampu menopang pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
"Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung tadi kita bicarakan," kata Presiden.
Baca Juga: HUT RI dan Harjakasi, Kemenag Situbondo Road Show Santunan 250 Yatim dan Dhuafa
Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah juga menyiapkan langkah agar motor listrik semakin terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah skema pembiayaan yang diharapkan dapat menekan beban masyarakat ketika membeli kendaraan listrik.
Prabowo menyampaikan pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan motor listrik. Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan pembelian motor listrik dengan skema tanpa uang muka atau DP.
"Kita akan turunkan apa itu, bunga bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," ucapnya.
Menurut Prabowo, kemudahan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas penggunaan motor listrik.
Dengan cicilan yang lebih ringan dan kemungkinan tanpa DP, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Dorongan tersebut juga berkaitan dengan efisiensi biaya penggunaan kendaraan. Prabowo menyebut motor listrik memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan Presiden, penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Penghematan tersebut disebut setidaknya mencapai 50 persen dan bahkan dapat mencapai 70 persen.
Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik.
Bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari, pengurangan biaya energi dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan kendaraan.
Baca Juga: Jelang HUT RI ke-81, SMADA PRIMA Sowan Pahlawan, Hadirkan Pejuang Berusia 108 Tahun
Prabowo juga menilai peralihan menuju kendaraan listrik akan semakin relevan seiring dengan berkembangnya kebijakan pengendalian emisi di berbagai negara.
Sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan yang mendorong pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.
Presiden mencontohkan penerapan pajak karbon serta pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di sejumlah kota besar seperti Beijing.
Perkembangan kebijakan tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan yang lebih rendah emisi menjadi bagian dari arah perkembangan transportasi di berbagai negara.
Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan masyarakat yang saat ini sudah memiliki motor berbahan bakar bensin. Prabowo menyebut pemerintah akan memikirkan skema tukar tambah agar pemilik motor lama memiliki opsi untuk beralih ke motor listrik baru.
Melalui skema tersebut, masyarakat yang sudah memiliki kendaraan berbahan bakar bensin nantinya berpeluang menukarkan kendaraan lamanya dengan motor listrik.
Pemilik kendaraan kemudian hanya perlu menambah sejumlah biaya sesuai skema yang akan disiapkan pemerintah.
"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah motor yang lama dapat motor baru ya tambah dikit lah," ujarnya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA