RADARSITUBONDO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG sebagai portal digital untuk memperluas keterbukaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat memantau sejumlah informasi terkait pelaksanaan MBG, termasuk menu makanan yang diterima anak-anak di sekolah.
Portal ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai pelaksanaan program MBG di lapangan. Bukan hanya melihat sekolah penerima manfaat, masyarakat juga dapat mengetahui menu yang disajikan hingga kandungan gizi makanan.
Baca Juga: Ajax Lolos Play-off Liga Conference 2026/27, Maarten Paes Jadi Starter Lawan Shelbourne
Kepala BGN Sudaryono mengatakan Radar MBG dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, terutama orang tua, guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, serta dinas terkait.
Kehadiran portal tersebut diharapkan membuat pelaksanaan MBG lebih mudah dipantau secara terbuka.
“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, dikutip dari JawaPos.
Radar MBG nantinya menyajikan informasi yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program di masing-masing wilayah. Salah satu informasi yang dapat dipantau adalah sekolah yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, masyarakat dapat melihat menu yang diberikan pada hari tertentu. Informasi tersebut dilengkapi dengan kandungan gizi, foto makanan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan untuk penerima manfaat.
Dengan informasi tersebut, orang tua tidak perlu hanya mengandalkan informasi dari sekolah untuk mengetahui makanan yang diberikan kepada anak. Menu MBG yang disajikan dapat dipantau melalui sistem digital yang disiapkan BGN.
“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Sudaryono.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 14 Agustus 2026, Ada yang Harus Waspada Soal Cinta!
Keterbukaan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat. BGN juga menempatkan Radar MBG sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis.
Melalui akses informasi yang lebih terbuka, masyarakat dapat ikut memperhatikan pelaksanaan program di daerah masing-masing. Sekolah, pemerintah daerah, dan dinas terkait juga dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pelaksanaan MBG.
Langkah tersebut dinilai penting karena pelaksanaan MBG melibatkan banyak pihak dan berlangsung di berbagai daerah.
Informasi mengenai menu, kandungan gizi, hingga dapur yang memproduksi makanan menjadi bagian dari data yang dapat membantu proses pemantauan.
BGN juga tengah memperkuat sistem pelaporan digital yang wajib dilakukan oleh seluruh SPPG. Pelaporan tersebut mencakup proses produksi makanan yang nantinya menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi pada Radar MBG.
Baca Juga: PSG Rekrut Ferran Torres dari Barcelona, Kontrak hingga 2031
Hingga saat ini, sekitar 85 persen SPPG disebut telah melakukan pengisian laporan secara digital. BGN masih mendorong agar seluruh SPPG mengikuti mekanisme tersebut secara konsisten.
Kelengkapan laporan dari SPPG menjadi salah satu faktor penting agar informasi yang tersedia dalam Radar MBG dapat semakin lengkap. Salah satunya berkaitan dengan dokumentasi makanan yang diproduksi dan disalurkan kepada penerima manfaat.
“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelasnya.
Dengan sistem pelaporan tersebut, BGN ingin memastikan data mengenai pelaksanaan MBG dapat terdokumentasi secara digital.
Masyarakat nantinya tidak hanya memperoleh informasi mengenai menu, tetapi juga dapat mengetahui asal makanan yang disajikan melalui SPPG terkait.
Sudaryono menegaskan, keterlibatan masyarakat melalui Radar MBG diharapkan tidak berhenti pada aktivitas melihat informasi. Partisipasi publik juga diharapkan dapat mendukung proses evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.
Baca Juga: Latihan Gerak Jalan di Pantura Situbondo Dilarang, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
Menurutnya, pengawasan bersama diperlukan agar pelaksanaan MBG terus mengalami peningkatan. Perbaikan tersebut mencakup kualitas makanan, komposisi menu, kandungan gizi, hingga pelayanan kepada penerima manfaat.
Kehadiran Radar MBG dengan demikian menjadi bagian dari penguatan sistem digital dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
BGN berharap keterbukaan informasi dapat membuat masyarakat semakin mudah mengetahui bagaimana program tersebut dijalankan di sekolah-sekolah penerima manfaat.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos