Kemnaker Siapkan Talenta Muda Jadi Pelopor Startup dan Pencipta Lapangan Kerja

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (JawaPos)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (JawaPos)

 

RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong talenta muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja melalui gagasan dan inovasi yang dikembangkan menjadi rintisan usaha atau startup.

Upaya tersebut dilakukan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP), program pengembangan talenta yang dirancang untuk membekali generasi muda dengan kemampuan adaptif, inovatif, sekaligus kewirausahaan.

Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Pidato RAPBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan perubahan teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat dunia kerja mengalami perubahan yang cepat.

Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan dalam cara menyiapkan tenaga kerja nasional.

"Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru," kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara.

Menurut Yassierli, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah perubahan teknologi dan model bisnis global.

Dunia kerja tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu membaca persoalan, menghasilkan gagasan, serta menciptakan solusi baru.

Karena itu, generasi muda didorong memiliki pola pikir yang lebih luas. Mereka tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan atau pelatihan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk melihat berbagai persoalan sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi inovasi.

Kemnaker kemudian mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung proses tersebut.

TIH dirancang untuk mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, hingga kebijakan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Pidato RAPBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

Keberadaan ekosistem itu diharapkan membuat proses pengembangan talenta tidak berhenti pada pelatihan.

Gagasan yang lahir dari proses pembelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi diterapkan dalam dunia usaha.

Melalui Talent & Innovation Hub, Kemnaker ingin mendorong talenta muda agar mampu membawa gagasan yang mereka miliki ke tahap yang lebih konkret.

Salah satunya dengan mengembangkan inovasi menjadi rintisan usaha berbasis teknologi maupun solusi terhadap persoalan yang ada di masyarakat.

Yassierli berharap langkah tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi untuk masuk ke pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

Ia pun mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan talenta tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan nilai dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Produksi Motor Listrik Nasional Capai 2 Juta Unit

Program Talent & Innovation Development Program sendiri berlangsung selama enam bulan. Pada pelaksanaannya, program tersebut diikuti 58 talenta muda yang berasal dari Bekasi dan Bandung Barat.

Pelaksanaan TIDP melibatkan Direktorat Jenderal Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta sejumlah mitra industri dan mentor profesional.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta selama mengikuti program.

Pengembangan kemampuan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kompetensi, tetapi juga mencakup proses menggali gagasan, membangun inovasi, serta menumbuhkan kemampuan kewirausahaan.

Dengan pola tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan perubahan di dunia kerja.

Pendampingan dari mitra industri dan mentor profesional juga menjadi bagian penting agar gagasan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai konsep.

Baca Juga: PSG Rekrut Ferran Torres dari Barcelona, Kontrak hingga 2031

Kemnaker berharap proses tersebut dapat mendorong lahirnya rintisan usaha baru yang memiliki dasar inovasi dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Startup yang lahir dari talenta muda juga diharapkan tidak sekadar menjadi usaha bagi pendirinya, tetapi berkembang menjadi sumber peluang kerja baru.

Yassierli bahkan memberikan tantangan kepada peserta TIDP untuk membuktikan bahwa pengembangan talenta dapat menghasilkan usaha nyata dalam waktu relatif singkat.

"Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai," ujar Yassierli.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
talenta muda TIDP Yassierli Kemnaker