Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Putus Lingkaran Kemiskinan

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto. (YouTube/Sekretariat Presiden)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.

Menurut Prabowo, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang tidak hanya menyediakan pendidikan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar peserta didik.

Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, tenaga pengajar, serta lingkungan belajar yang aman.

"Kita juga membangun Sekolah Rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya dengan ruang kelas, tempat tinggal makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan," kata Prabowo, dikutip dari Antara.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Tsunami Usai Gempa M7,7 di Nagekeo, Gelombang Bisa Capai 3 Meter

Prabowo menilai latar belakang ekonomi keluarga tidak semestinya menjadi penentu masa depan seorang anak. Karena itu, negara perlu hadir memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Dalam pelaksanaannya, program Sekolah Rakyat terus diperluas. Prabowo menyampaikan saat ini telah terdapat 93 Sekolah Rakyat permanen yang dibuka, sementara Sekolah Rakyat rintisan telah mencapai 182 sekolah.

Pemerintah juga menargetkan keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh wilayah kabupaten di Indonesia. Dengan demikian, akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak mampu diharapkan semakin terbuka.

"Nantinya semua kabupaten akan punya satu Sekolah Rakyat," ujarnya.

Baca Juga: Enam Federasi Sepak Bola Arab Dukung Gianni Infantino untuk Pilpres FIFA 2027

Untuk menggambarkan dampak program tersebut, Prabowo kemudian memperkenalkan Muhammad Rizky Pratama, siswa Sekolah Rakyat berusia 12 tahun.

Rizky sebelumnya memiliki pengalaman hidup yang tidak mudah. Ia pernah mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.

Kondisi tersebut turut membuat Rizky sempat putus sekolah. Ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat, kemampuan membaca dan berhitungnya juga belum berkembang dengan baik.

Namun, melalui Sekolah Rakyat, Rizky kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan mengembangkan kemampuannya.

"Hari ini Rizky kembali ke sekolah dan mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," ujar Prabowo.

Prabowo juga menceritakan kisah Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Citra hampir berhenti sekolah ketika duduk di kelas 4 SD karena harus membantu ibunya berjualan kacang setelah sang ayah meninggal dunia.

Kondisi keluarga Citra semakin berat karena ibunya merupakan penyandang disabilitas. Kesempatan melanjutkan pendidikan kemudian diperoleh Citra melalui Sekolah Rakyat.

Tidak hanya kembali bersekolah, Citra juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Ia berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.

Dalam pidatonya, Prabowo sempat melontarkan candaan kepada Citra ketika memperkenalkan kisahnya di hadapan peserta sidang.

"Citra umurmu berapa Citra? 10 tahun, ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu, jadi nggak ada yang berani nanti main-main sama kau," kata Prabowo tersenyum.

Baca Juga: BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026

Kisah para siswa tersebut, menurut Prabowo, menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak harus menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Ketika anak-anak mendapatkan kesempatan belajar, fasilitas yang memadai, serta pendampingan yang tepat, mereka tetap memiliki peluang untuk berkembang dan berprestasi.

Prabowo kemudian menyampaikan prestasi lain yang diraih siswa Sekolah Rakyat di Makassar. Tujuh siswa dari sekolah tersebut berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.

Prestasi itu diraih dalam sejumlah bidang, yakni matematika, biologi, bahasa Indonesia, sejarah, dan sosiologi. Capaian tersebut menjadi salah satu contoh perkembangan siswa Sekolah Rakyat dalam bidang akademik.

Selain prestasi di bidang akademik, Sekolah Rakyat juga melahirkan siswa yang berhasil menembus seleksi untuk kegiatan kenegaraan. Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpilih menjadi Paskibraka nasional

Berbagai capaian tersebut menjadi alasan Prabowo menilai program Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut dia, kondisi ekonomi orang tua tidak boleh menjadi batas bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

Negara perlu memastikan anak-anak yang berada dalam kondisi paling sulit tetap memiliki akses terhadap pendidikan yang layak.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
sekolah rakyat Prabowo Subianto