RADARSITUBONDO.ID - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi (15/8). Gempa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di wilayah Kabupaten Sikka.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan terhadap korban di sejumlah lokasi terdampak. Petugas masih bergerak di lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mendata dampak gempa.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan gempa bumi terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa disebut berada pada kedalaman 30 kilometer di Timur Laut Mbay-Nagekeo.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Putus Lingkaran Kemiskinan
Dampak gempa dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan El Say, Maumere, Kabupaten Sikka. Salah satu bangunan di kawasan tersebut roboh dan menimpa warga.
”Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa 1 orang korban atas Meliana Nenong Perempuan Berusia 54 Tahun dengan kondisi meninggal dunia,” terang dia, dikutip dari JawaPos.
Selain Meliana, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi luka-luka. Keduanya kemudian langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD T.C Hillers Maumere.
Fathur mengatakan proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus menuju lokasi yang terdampak untuk melakukan penanganan terhadap korban serta memastikan kondisi di sekitar kawasan gempa.
Hingga saat ini, jumlah korban akibat gempa belum dapat dipastikan secara keseluruhan. Pendataan masih dilakukan bersama unsur pemerintah daerah dan pihak terkait di lapangan.
”Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” imbuhnya.
Baca Juga: Cristian Romero Segera Berseragam Atletico Madrid, Tottenham Kantongi 40 Juta Euro
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan pendahuluan mengenai dampak gempa di wilayah Pelabuhan El Say. Berdasarkan laporan awal dari Kodim Sikka, gempa menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa laporan sementara mencatat dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
”2 korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Perbedaan data awal tersebut masih dalam proses verifikasi. Tim di lapangan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban, kondisi korban, serta dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, dan Polri masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian. Penanganan juga dilakukan bersama BNPB dan BPBD Kabupaten Sikka dengan berkoordinasi bersama unsur terkait.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Tsunami Usai Gempa M7,7 di Nagekeo, Gelombang Bisa Capai 3 Meter
Selain fokus pada evakuasi korban, petugas juga terus memastikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Situasi pascagempa masih dipantau seiring munculnya sejumlah aktivitas gempa susulan.
Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa gempa susulan tercatat setelah aktivitas gempa utama. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang bervariasi, mulai dari Magnitudo 5,6 hingga Magnitudo 6,2.
Gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,2 tercatat pada pukul 05.13.53 WIB. Kemudian kembali terjadi gempa Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB.
Aktivitas kegempaan masih menjadi perhatian petugas di lapangan. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang selama proses penanganan berlangsung.
”Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami,” bebernya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos