RADARSITUBONDO.ID - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan untuk datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan tersebut dipertimbangkan untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Prasetyo mengatakan keputusan mengenai kunjungan Presiden Prabowo akan melihat perkembangan situasi di NTT. Pemerintah saat ini telah mengirim sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk memantau langsung penanganan pascagempa.
"Nanti kita lihat situasinya ya, para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa lalu kita putuskan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8), dikutip dari Antara.
Baca Juga: 13.859 Personel Gabungan Amankan HUT ke-81 RI di Jakarta, Monas dan Bundaran HI Jadi Fokus
Menurut Prasetyo, kehadiran jajaran pemerintah di NTT menjadi bagian dari upaya memastikan respons terhadap bencana berlangsung cepat dan terpadu.
Para pejabat tersebut ditugaskan untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta kebutuhan penanganan setelah gempa.
Sejumlah pejabat pemerintah yang telah berada di NTT di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga berada di wilayah terdampak untuk mendukung penanganan bencana.
"Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah mengerahkan jajaran terkait untuk memberikan penanganan terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat dapat segera dipenuhi.
"Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui unggahan akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8).
Baca Juga: Barcelona Datangkan Rodri dari Manchester City, Kontrak Berapa Tahun?
Sebagai bagian dari respons awal, pemerintah telah mengirimkan 50.000 paket bantuan sembako ke NTT pada Sabtu (15/8). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.
Prabowo juga menginstruksikan adanya koordinasi lintas sektor dalam penanganan pascagempa. Jajaran pemerintah diminta turun langsung untuk melihat kondisi di lokasi sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan.
Tidak hanya kementerian dan lembaga pemerintah, sejumlah badan usaha milik negara juga dilibatkan.
Prabowo meminta Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut mengambil bagian dalam penanganan kondisi darurat di NTT.
Keterlibatan lintas sektor tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
Pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai perhatian utama setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah NTT.
"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujar Presiden.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan melanjutkan langkah pemulihan setelah fase darurat bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat dan daerah terdampak kembali menjalankan aktivitas setelah kondisi memungkinkan.
"Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan," ucapnya.
Baca Juga: PSG Gagal Juara Piala Super Prancis 2026, Lens Raih Trofi Perdana
Dalam pernyataannya, Prabowo turut menyampaikan simpati kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Ia menyampaikan doa bagi warga yang sedang menghadapi dampak bencana tersebut.
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” kata Prabowo.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) dini hari. Gempa tersebut kemudian memicu perhatian serius pemerintah karena berdampak terhadap sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Dampak gempa dilaporkan tidak hanya dirasakan masyarakat di Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan laporan sementara yang diterima Kementerian Sosial RI, sejumlah wilayah lain turut terdampak, yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut. Sementara itu, proses pendataan terhadap jumlah pengungsi masih berlangsung sehingga angka tersebut masih dapat berubah seiring pemutakhiran data di lapangan.
Data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu pukul 18.48 WIB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 47 orang.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA