RADARSITUBONDO.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dipastikan mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun ini.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuldjono di tengah proses penyelesaian fasilitas pendukung untuk Wakil Presiden di kawasan ibu kota baru.
Basuki mengungkapkan, aktivitas Sekretariat Wakil Presiden di IKN juga mulai berjalan. Sejumlah staf dari Sekretariat Wakil Presiden disebut sudah berada dan berkantor di kawasan IKN.
Baca Juga: Arsenal Hancurkan Manchester City 3-0, Maresca Ungkap Penyebab Kekalahan di Community Shield 2026
Menurut Basuki, keberadaan sejumlah staf tersebut menjadi salah satu tanda bahwa persiapan untuk aktivitas Wakil Presiden di IKN terus dilakukan. Karena itu, ia optimistis Gibran dapat mulai berkantor di IKN pada tahun ini.
"InsyaAllah tahun ini, insyaAllah tahun ini karena sudah beberapa stafnya di sini," ujar Basuki.
Selain keberadaan staf, persiapan juga menyangkut kelengkapan fasilitas di Istana Wakil Presiden. Basuki mengatakan, proses pengadaan furnitur untuk bangunan tersebut saat ini masih berjalan melalui mekanisme tender.
Sementara itu, dari sisi pembangunan fisik, Istana Wakil Presiden di IKN disebut sudah mendekati tahap akhir. Bangunan utama hampir rampung dan tinggal menunggu pengisian berbagai furnitur sebelum dapat digunakan secara optimal.
"Tinggal ngisi furniturnya, sekarang sedang ditender," kata Basuki.
Baca Juga: Emil Audero Clean Sheet Lawan Liverpool, Kiper Timnas Indonesia Tampil 45 Menit
Dengan kondisi tersebut, tahapan persiapan untuk aktivitas Wakil Presiden di IKN kini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik.
Penyediaan perlengkapan interior dan fasilitas penunjang juga menjadi bagian penting sebelum kantor tersebut digunakan secara penuh.
Rencana Gibran mulai berkantor di IKN sebelumnya juga mendapat dorongan dari parlemen. Anggota Komisi II DPR Dedy Sitorus pada akhir Maret lalu mendesak sejumlah pejabat negara untuk segera menjalankan aktivitas dari IKN.
Dedy saat itu menilai keberadaan para pejabat di IKN penting sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ibu kota baru. Ia bahkan meminta sejumlah menteri dan Wakil Presiden tidak hanya bekerja dari Jakarta.
”Dari dulu saya minta itu. Wapres, Menteri Kehutanan, Menteri Desa, Menteri Transmigrasi, (ke) sana dong tinggal. Uang negara itu barang," ujarnya.
Baca Juga: Gempa NTT M 7,7, Prabowo Pertimbangkan Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Dedy juga mengingatkan agar para pejabat tidak terlalu nyaman menjalankan aktivitas pemerintahan dari Jakarta ketika pembangunan dan pengembangan IKN terus dilakukan.
"Jangan keenakan di Jakarta,” imbuh Deddy.
IKN sendiri dibangun secara bertahap dengan target pengembangan hingga 2045. Pembangunan tersebut membutuhkan anggaran dalam jumlah besar, dengan total kebutuhan mencapai lebih dari Rp 465 triliun.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Radar Madiun