Koperasi Awards 2026: Direktur Utama BRI Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:40 WIB
BRI raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Perkuat Ekonomi Kerakyatan. (Foto: BRI)
BRI raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Perkuat Ekonomi Kerakyatan. (Foto: BRI)

RADAR BANYUWANGI – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali mendapat pengakuan. Direktur Utama BRI Hery Gunardi meraih penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka dalam ajang Koperasi Awards 2026 yang digelar Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama detikcom di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (20/8).

Penghargaan itu menjadi penegasan atas peran BRI dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, UMKM, perluasan akses keuangan hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Penghargaan untuk Hery diterima langsung oleh Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. Momentum tersebut sekaligus mempertegas posisi koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Komitmen itu sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong koperasi menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. BRI menilai penguatan koperasi bukan sekadar memperbesar aktivitas bisnis, tetapi juga membuka kesempatan usaha dan membuat manfaat pertumbuhan ekonomi semakin merata.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan BRI untuk terus memperluas kontribusi dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh Insan BRILian yang selama ini terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga ke berbagai pelosok Indonesia. BRI memiliki komitmen yang kuat pada ekonomi kerakyatan, sehingga pemberdayaan koperasi, UMKM, dan pelaku usaha di tingkat akar rumput merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran BRI sebagai bank rakyat,” ujar Hery.

Menurut Hery, koperasi memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, BRI berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, termasuk upaya menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Menjangkau Desa hingga Pelaku Usaha

Penguatan ekonomi kerakyatan BRI tidak berhenti pada pembiayaan. Perseroan juga membangun ekosistem yang mendekatkan layanan keuangan sekaligus membuka ruang pemberdayaan di tingkat masyarakat.

Dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, BRI memberikan pendampingan dan pemberdayaan serta memperluas akses keuangan di desa melalui jaringan BRILink Agen.

Hingga Juni 2026, jumlah BRILink Agen mencapai 1,13 juta agen yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa. Sepanjang Januari–Juni 2026, jaringan tersebut mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp841 triliun.

Angka itu menggambarkan besarnya peran jaringan layanan keuangan BRI dalam menjangkau masyarakat di luar pusat-pusat ekonomi. Akses perbankan tidak hanya hadir melalui kantor cabang, tetapi juga melalui agen yang berada lebih dekat dengan aktivitas ekonomi warga.

Di sisi pemberdayaan, BRI melalui Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa. Program KlasterkuHidupku juga telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha.

Sementara itu, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM. Sebanyak 54 Rumah BUMN juga telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan, dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

Rangkaian program tersebut menunjukkan pendekatan BRI yang tidak hanya berorientasi pada akses modal. Pemberdayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kerakyatan.

Kredit UMKM Capai Rp1.235 Triliun

Komitmen BRI terhadap UMKM juga terlihat dari struktur portofolio pembiayaannya. Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun atau setara 75,2 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur.

Penyaluran KUR tersebut antara lain mengalir ke sektor pertanian dan perdagangan. Sektor pertanian menyerap 42,68 persen, sedangkan perdagangan menyerap 32,34 persen dari total penyaluran.

Besarnya porsi pembiayaan UMKM dan KUR memperlihatkan bagaimana BRI menempatkan sektor usaha rakyat sebagai bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi.

Bagi masyarakat di tingkat akar rumput, pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan usaha. Namun, akses pembiayaan tanpa pendampingan berisiko tidak cukup untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas dan ekosistem menjadi bagian penting dari strategi pemberdayaan.

Koperasi dan Semangat Gotong Royong

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tetap relevan di tengah perkembangan ekonomi karena memiliki fondasi kebersamaan dan gotong royong.

“Koperasi memang bukan sekadar badan usaha, tapi gagasan tentang bagaimana ekonomi dibangun melalui kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan manfaat untuk masyarakat,” ujar Ferry.

Koperasi Awards 2026 menjadi ruang apresiasi bagi pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan koperasi sebagai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Ketua Komite IV DPD RI AA Ahmad Nawardi, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia Reda Manthovani, Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta keluarga Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta.

Bagi BRI, penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka bukan sekadar pengakuan atas kinerja institusi. Lebih jauh, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa peran bank rakyat tidak berhenti pada menyalurkan kredit, tetapi juga membangun ekosistem agar koperasi, UMKM, dan masyarakat desa memiliki akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Ekonomi Kerakyatan Koperasi Awards Hery Gunardi umkm bri