Rapat Terbatas di Hambalang, Prabowo Bahas Rekrutmen Suku Dayak hingga Karhutla

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran pimpinan TNI di Hambalang, Sabtu (29/8. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran pimpinan TNI di Hambalang, Sabtu (29/8. (Instagram/sekretariat.kabinet)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran pimpinan TNI di kediamannya di Hambalang, Sabtu (29/8).

Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam itu membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari rekrutmen masyarakat suku Dayak pedalaman sebagai prajurit TNI hingga penanganan bencana dan kebakaran hutan dan lahan.

Momen rapat tersebut diketahui melalui unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Dalam pertemuan itu, Prabowo duduk bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta para Kepala Staf Angkatan untuk menerima laporan mengenai sejumlah perkembangan di lapangan.

Baca Juga: Kisah Nursia, Pelaku Usaha Ikan Kering Sorong yang Tumbuh Bersama BRI

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk meminta perkembangan mengenai sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

Salah satu yang dibahas adalah penyesuaian persyaratan perekrutan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang memiliki keinginan untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo secara khusus meminta laporan mengenai perkembangan penyesuaian persyaratan tersebut.

Kebijakan itu berkaitan dengan upaya membuka ruang pengabdian bagi masyarakat dari wilayah pedalaman yang ingin bergabung dengan TNI.

"Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," kata Teddy.

Baca Juga: Truk Angkut Kompor Listrik Terbakar di Pantura Baluran, Muatan Rp 200 Juta Ludes

Selain persoalan rekrutmen prajurit, rapat terbatas tersebut juga menyoroti penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa kondisi yang menjadi perhatian di antaranya situasi pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.

Pemerintah juga membahas perkembangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sejumlah daerah. Kalimantan dan Sumatera menjadi wilayah yang turut mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut.

Penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada langkah ketika kebakaran terjadi. Dalam rapat itu, Prabowo juga menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.

Presiden meminta jajaran Babinsa yang berada di desa turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

Edukasi tersebut dinilai penting untuk mendorong kesadaran masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Peran Babinsa di tingkat desa diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Dengan edukasi yang dilakukan secara langsung, warga diharapkan semakin memahami dampak pembakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan.

Baca Juga: Dua Merak Hijau Sitaan dari Sumsel Akhirnya Terbang Bebas di Savana Bekol

Prabowo juga menginginkan masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga kawasan hutan dan lahan. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi karhutla.

"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Panglima TNI Agus Subiyanto rekrutmen TNI suku Dayak Prabowo Subianto